<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="25261">
<titleInfo>
<title>KONSEP KAMPUNG KELUARGA 
BERENCANA MENURUT PERSPEKTIF 
HUKUM ISLAM DAN HUKUM POSITIF
 (Studi Kasus di Desa Kohod Kecamatan Pakuhaji
Kabupaten Tangerang)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Dianto Saputra</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Serang Banten</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2022</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xiv + 136 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Program Kampung Keluarga Berencana diusulkan sebagai 
upaya pembangunan Indonesia, dari aspek terkecil dalam suatu negara 
yakni keluarga. Ketahanan nasional, bisa dilihat dari bagaimana tingkat 
kesejahteraan keluarga, demikian hal nya, ketahanan masyarakat, 
tercermin dari keluarga. Program kampung keluarga berencana
disampaikan sebagai upaya preventif, guna penanggulangan kepadatan 
penduduk yang tidak berkualitas. Hal ini bisa dilihat dari semboyan 
BKKBN, dua anak cukup, mencerminkan kualitas lebih di utamakan 
dari pada kuantitas. 
Perumusan masalahnya adalah Bagaimana konsep kampung 
keluarga berencana menurut persepektif hukum Islam dan hukum 
positif serta pendapat para tokoh agama dan masyarakat setempat. 
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsep 
kampung keluarga berencana menurut persepektif hukum Islam dan 
hukum positif serta pendapat para tokoh agama dan masyarakat 
setempat. 
Penelitian menggunakan pendekatan field research (penelitian 
lapangan), dan metode analisa kualitatif deskriptif. Teknik yang 
digunakan menggunakan wawancara, observasi dan kemudian 
dianalisis dengan teori konsep kampung keluarga berencana menurut 
persepektif hukum Islam dan hukum positif.
Masih banyaknya keraguaan dari masyarakat sehingga harus 
adanya pendekatan serta pendampingan dari aparatur pemerintah desa 
serta bkkbn tingkat desa serta mui kecamatan untuk menjelaskan baik 
secara hukum Islam ataupun hukum positif untuk meningkatkan 
kesejahteraan keluarga khususnya. hukum Islam serta hukum positif 
sudah masuk dalam prinsip penjagaan hak asasi manusia, sehingga nilai 
yang ada dalam program kampung keluarga berencana sebagai alat atau 
sarana penunjang dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat sudah 
sangat sesuai.</note>
<subject authority=""><topic>Keluarga berencana</topic></subject>
<classification>2x4.391</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI HKI 337</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI HKI 337</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI HKI 337</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>25261</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-12-14 08:56:35</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-12-14 08:56:55</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>