<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="25240">
<titleInfo>
<title>ASPEK PROFAN DAN SAKRAL TRADISI INJAK 
TELUR DALAM PERKAWINAN ADAT JAWA 
(STUDI KASUS DI KECAMATAN TURI 
KABUPATEN SLEMAN D.I YOGYAKARTA)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Muhamad Wildan Firdaus</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Serang Banten</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2022</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xIi + 103 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Adanya kepercayaan terahadap suatu subjek tertentu yang 
dianggap tinggi (transenden), maka secara otomatis keadaan psikis 
manusia akan diantarkan pada perasaan kagum dan takut. Inilah yang 
menjadi alasan manusia dapat menaruh cinta yang luar biasa, 
menggantungkan harapan pada suatu subjek tersebut. Selanjutnya, 
konsep keimanan terhadap yang sakral seperti ini dikatakan sebagai 
suatu sistem kepercayaan yang memaksa pemeluknya untuk meletakan 
segala harapan kepada entitas yang dianggapnya sakral, dan akan 
memunculkan sebuah ritual atau adat tertentu..
Perumusan masalahnya adalah: 1. Bagaimana kebiasaan 
masyarakat Kecamatan Turi melaksanakan tradisi injak telur dalan 
perkawinan adat Jawa? 2. Bagaimana persepsi masyarakat Kecamatan 
Turi terhadap tradisi injak telur dalam perkawinan adat Jawa? dan 3. 
Bagaimana makna profan dan sakral dalam tradisi injak telur di 
Kecamatan Turi terhadap perkawinan adat Jawa?
Tujuan penelitian ini adalah untuk 1. Mengetahui kebiasaan 
masyarakat Kecamatan Turi melaksanakan tradisi injak telur dalam 
perkawinan adat Jawa. 2. Mengetahui persepsi masyarakat Kecamatan 
Turi terhadap tradisi injak telur dalam perkawinan adat Jawa, dan 3. 
Mengetahui makna profan dan sakral dalam tradisi injak telur di 
Kecamatan Turi terhadap perkawinan adat Jawa.
Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian kajian 
etnografi yang berbentuk deskriptif kualitatif dengan menggunakan 
metode study kasus, instrument pengumpulan data yang digunakan 
dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, penulis 
mendapatkan kesimpulan yaitu: Masyarakat Kecamatan Turi masih 
melaksanakan tradisi nenek moyangnya, karena mereka menganggap 
tradisi nenek moyang tidak mungkin menunjukkan kepada yang buruk 
dan segala sesuatu yang dijalankan selama ini adalah demi 
kemaslahatan bersama dan melestarikan tradisi adat jawa, Persepsi 
masyarakat Kecamatan Turi terhadap tradisi Injak Telur dalam 
pernikahan adat Jawa adalah ada dua pendapat dalam memahami dan 
menafsirkan tradisi Injak Telur dalam perkawinan tesebut. Yaitu ada 
yang menganggap bahwa tradisi tersebut harus dilakukan karena tradisi 
tersebut sarat akan makna dan bisa berimbas pada kehidupan mempelai 
di masa yang akan datang, Sedangkan sebagian masyarakat di era 
modern ada yang menganggap tradisi tersebut sebagai tradisi yang 
tidak musti dilaksanakan (profan). Dan ada yang mempercayai bahwa 
tradisi tersebut tidak apa-apa apabila tidak melakukannya. Tradisi 
tersebut membutuhkan biaya yang banyak dan bagi kalangan bawah 
bisa mendatangkan madharat dan kerugian ekonomi. saat ini ada yang 
menganggap tradisi tersebut sebagai tradisi yang tidak musti di 
laksanakan (profan).</note>
<subject authority=""><topic>PERKAWINAN ADAT JAWA</topic></subject>
<classification>301</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI HKI 377</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI HKI 377</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI HKI 377</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>25240</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-12-12 14:44:53</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-12-12 14:45:09</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>