Detail Cantuman Kembali

XML

PERAN TIM PENGGERAK PKK DALAM PEMBERDAYAAN TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) MELALUI KELOMPOK WANITA TANI SEREH WANGI (Studi di Kelurahan Kotasari, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon)


Pengembangan tanaman obat telah mengalami percepatan hingga pada
penemuan obat mamupun teknologi baru. Dengan berkembangnya pengetahuan
dan kesadaran masyarakat terhadap bahaya yang ditimbulkan oleh bahan kimia
yang terkandung dalam obat-obatan. Oleh karena itu perlu dimulai kesadaran
masyarakat untuk membudidayakan tanaman obat keluarga dan mengkonsumsi
tanaman obat keluarga. Toga identic dengan jamu yang berasa pahit, tidak
memiliki nilai estetika dan tidak enak untuk dikonsumsi sehingga pengembangan
masih terbatas karena kurang diminati. Maka dari itu masih membutuhkan binaan
untuk mendorong masyarakat untuk menggunakan obat-obatan tradisional. Dalam
pengembangan ini tentu saja tidak lepas dari TP-PKK yang berperan dalan
membudidayan tanaman obat keluarga.
Berdasarkan latar belakang di atas maka, rumusan masalah dalam
penelitian ini adalah: 1) Bagaimana proses pelaksanaan pemberdayaan program
TOGA yang dilakukan oleh KWT Sereh Wangi? 2) Bagaimana hasil pelaksanaan
pemberdayaan TOGA yang dilakukan oleh KWT Sereh Wangi?
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan: 1) Untuk mengidentifikasi
proses pelaksanaan pemberdayaan TOGA yang dilakukan oleh KWT Sereh
Wangi. 2) Untuk mengidentifikasi hasil pelaksanaan pemberdayaan TOGA yang
dilakukan oleh KWT Sereh Wangi.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan
pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dengan cara observasi,
dokumentasi dan wawancara sehingga mampu menggali lebih dalam tentang
program tanaman obat keluarga (TOGA). Informan dalam penelitian ini meliputi
Ketua PKK, Ketua KWT, Sekretaris Kelurahan, Anggota KWT dan Masyarakat
Kelurahan Kotasari.
Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan di Kelurahan Kotasari
Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, bisa disimpulkan bahwa dengan memanfaatkan
lahan pekarangan dengan menanaman tanaman obat keluarga seperti program
TOGA melalui penyuluhan obat tradisional dan pelatihan penanaman tanaman
obat. Sehingga dapat merasakan penggunaan tanaman obat keluarga bukan hanya
untuk bumbu dapur melainkan tanaman tersebut bisa menjadi obat herbal sebagai
penolong pertama di keluarga sebelum mendatangi tenaga kesehatan professional.
Program TOGA ini sudah berjalan dengan baik sampai saat ini sehingga anggota
dan masyarakat bisa memanfaatkan dan merasakan khasiatnya dari tanaman obat
tersebut.
Asri Juliawan - Personal Name
SKRIPSI PMI 141
305
Text
Indonesia
2022
Serang Banten
xvi + 75 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...