<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="25149">
<titleInfo>
<title>ANALISIS MAKNA MENDIRIKAN SHALAT
DALAM PENAFSIRAN AL-QUR’AN 
(Studi Komparatif Tafsīr Al-Misbaḥ karya M. Quraish 
Shihab dengan Tafsīr Munir Karya Syekh Nawawī AlBantanī)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>MUHAMMAD SYAEKHUNA NASHORUDDIN HASAN RIFA’I</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Serang Banten</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2022</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xxii + 83 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Shalat merupakan suatu ibadah yang harus diperhatikan baik secara dzahir 
maupun bathinnya. shalat dapat menuntun pelakunya untuk menjadi yang terbaik, 
sehingga bagi orang yang shalatnya sempurna akan tercermin dalam kehidupannya 
sifat-sifat mulia. Meskipun shalat merupakan kegiatan ibadah rutin, namun 
mayoritas umat Islam yang mengerjakan salat belum mengerti esensi dari shalat itu 
sendiri, bisa juga dikatakan sebenarnya belum mendirikan shalat. Realitanya, orang 
yang shalat itu banyak, akan tetapi tidak menegakkannya. Mereka melaksanakan 
salat, tetapi tidak mendirikan salat. 
 Berkenaan dengan shalat, maka peneliti memilih ayat Al-Qur’an sebagai 
alat analisis dan peneliti memilih Tafsīr Al-Misbaḥ karya M. Quraish Shihab dan 
Tafsīr Munir Karya Syekh Nawawī Al-Bantanī untuk mengetahui secara mendalam 
bagaimana makna mendirikan shalat dalam penafsiran Al-Qur’an. Untuk 
memudahkan dalam penelitian ini maka peneliti merumuskan pokok peramasalahan 
yakni bagaimana mengetahui makna mendirikan shalat dalam Al-Qur’an? 
bagaimana M. Quraish Shihab dan Syekh Nawawī Al-Bantanī memaknai ayat 
tentang mendirikan sholat? bagaimana implikasi mendirikan sholat dalam 
kehidupan? Penelitian ini bersifat kepustakaan (library research) yaitu dengan 
menganalisis data primer yang digunakan peneliti yakni Tafsīr Al-Misbaḥ dan 
Tafsīr Munir serta berbagai literature berupa karya ilmiah yang berkaitan dengan 
mendirikan shalat sebagai data sekunder. Metode yang digunakan dalam penelitian 
ini adalah kualitatif dengan pendekatan descriptive-analisys dan separated 
comparative metode (perbandingan). 
 Hasil dari penelitian ini ditemukan kesimpulan bahwa makna mendirikan 
sholat yang ditafsirkan oleh M. Quraish Shihab dan Syekh Nawawī Al-Bantanī 
terdapat persamaan dan perbedaan, dalam menjelaskan kata aqīmū, kedua mufassir 
ini sama-sama sepakat mengenai bahwa kata aqīmū yaitu melakukan shalat dengan 
sempurna dan berkesinambungan. Walaupun keduanya sama-sama sepakat, ada 
perbedaan penafsiran yaitu dalam menafsirkan surat al-baqarah ayat 43, Quraish 
Shihab menjelaskan bahwa aqīmū harus disertai dengan penghayatan yang 
dihadirkannya hati, sehingga sempurna rukunnya, sempurna syaratnya, sempurna 
khusyuknya, sempurna sunah-sunahnya. Namun, secara umum perbedaan yang jelas 
yaitu M. Quraish Shihab menjelaskan lebih rinci sedangkan Syekh Nawawī AlBantanī secara ringkas. Ditambah Corak yang digunakan oleh M. Quraish Shihab 
ialah menggunakan metode tahlili, menganalisis setiap lafadz dari segi aspek bahasa 
maupun makna, sedangkan Syekh Nawawī Al-Bantanī menggunakan corak bi alra’yi yang lebih khusus bernuansa sufi dan menggunakan corak bi al-riwayah.</note>
<subject authority=""><topic>MAKNA MENDIRIKAN SHALAT</topic></subject>
<classification>2x1.3</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI IAT 484</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI IAT 484</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI IAT 484</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>25149</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-12-02 15:06:45</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-12-02 15:07:40</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>