<br />
<b>Notice</b>:  Undefined variable: _title_main in <b>/home/perpus/lib/detail.inc.php</b> on line <b>272</b><br />
<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="25032">
<titleInfo>
<title></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Wahid Wahyudi</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Serang Banten</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2022</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xii + 102 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Hadhanah merupakan suatu perbuatan yang wajib dilaksanakan oleh orang tuanya, 
karena tanpa hadhanah akan mengakibatkan anak akan menjadi terlantar dan sia-sia 
hidupnya. Pemeliharaan anak yang masih dibawah umur akibat perceraian harus 
mendapatkan persetujuan oleh Pengadilan Agama. Konsekuensi yang muncul dari 
berakhirnya sebuah hubungan perkawinan adalah keharusan untuk menjaga dan 
memelihara anak. Undang-Undang No.1 Tahun 1974 tentang Perkawinan mengatur 
beberapa kewajiban orangtua setelah perceraian Kompilasi Hukum Islam melalui Pasal 105 
mengatur tentang akibat yang muncul setelah perceraian. Dalam ketentuan tersebut 
ditentukan bahwa dalam hal terjadinya perceraian yaitu, Pemeliharaan anak yang belum 
mumayyiz atau belum berumur 12 tahun adalah hak ibunya. Pasal ini sudah sangat jelas 
apabila anak yang masih dibawah umur atau belum mumayyiz ketika terjadi perceraian 
maka pemeliharaan adalah hak ibunya. 
Rumusan masalahnya adalah: 1). Apa yang menjadi pertimbangan hakim dalam 
menentukan hak asuh anak yang belum mumayyiz akibat perceraian pada Putusan 
Nomor.2440/pdt.G/2020/PA.srg? 2). Bagaimana pandangan hukum Islam terhadap hak 
asuh anak yang belum mumayyiz akibat perceraian?
Tujuan penelitian ini adalah: 1). Untuk mengetahui pertimbangan hakim dalam 
menentukan hak asuh anak yang belum mumayyiz akibat perceraian pada Putusan 
Nomor.2440/pdt.G/2020/PA.srg. 2). Untuk mengetahui pandangan hukum Islam terhadap 
hak asuh anak yang belum mumayyiz.
Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif yaitu membaca dan 
membedah putusan serta jenis penelitiannya adalah studi kepustakaan (libarary research). 
Penulis menggunakan penelitian kualitatif, yaitu prosedur penelitian yang menghasilkan 
data deskriptif berupa pemanfaatan penelitian terdahulu yang relevan dan juga buku-buku 
atau jurnal dengan fokus deskriptif yang menggambarkan, menjelaskan serta analisis data 
yang dikaji dari studi putusan Pengadilan Agama Serang.
Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa 1). Pertimbangan hakim dalam 
menetapkan hak asuh anak yang belum mumayyiz kepada bapaknya pada putusan 
Pengadilan Agama Serang Nomor 2440/Pdt.G/2020/PA.Srg didasarkan pada pasal 41 
huruf (a) Undang-undang nomor 1 tahun 1974, pasal 14 Undang-undang nomor 2002 
tentang perlindungan anak. Selain itu, Majelis Hakim memperimbangkan berlandaskan 
bukti-bukti yang lain, alasan karena tergugat selaku ibu kandungnya pergi meninggalkan 
rumah, tidak pernah kembali dan tidak diketahui keberadaannya. 2). Dalam Islam anak 
mempunyai kedudukan yang penting. Apabila terjadi perceraian, maka akan berdampak 
terhadap anak. Islam mempunyai aturan atau cara untuk menyelesaikan permasalahan 
seperti ini, salah satu cara yaitu dengan menggunakan kajian teori maslahah mursalah 
(kemanfaatan atau kepentingan bersama).</note>
<note type="statement of responsibility">TINJAUAN HUKUM ISLAM ATAS PENETAPAN 
HAK ASUH ANAK YANG BELUM MUMAYYIZ 
KEPADA BAPAKNYA 
(Studi Putusan PA Serang No.2440/</note><subject authority=""><topic>Perkawinan, Hadhanah dan Hukum Islam</topic></subject>
<classification>348</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI HKI 344</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI HKI 344</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI HKI 344</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>25032</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-11-15 15:20:00</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-11-15 15:20:26</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>