<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="24965">
<titleInfo>
<title>HADIS-HADIS LARANGAN
MENCUKUR BULU ALIS
(Studi Kritik Matan Hadis)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Sri Wahyuni</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Serang Banten</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2022</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xvi + 104 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Latar belakang dari permasalahan penulisan skripsi ini karena di zaman modern sekarang banyak sekali yang tidak mengerti dengan perintah dan larangan Allah swt. Teknologi yang semakin canggih maka semakin pula trend yang muncul dan berkembang menjadi kebiasaan. Contohnya permasalahan tentang mencukur bulu alis baik dikalangan wanita ataupun laki-laki berbagai cara dilakukan agar terlihat tampil mewah sekalipun caranya membahayakan. Padahal sudah jelas dari zaman rasulullah saw hingga saat ini mencukur bulu alis dilarang sesuai dengan hadis-hadis Nabi yang telah dipaparkan. Para ulama pun berpendapat tentang kesahihan isi matan hadis larangan mencukur bulu alis.
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam skripsi ini adalah: 1). Bagaimana kualitas sanad hadis larangan mencabut bulu? 2). Bagaimana analisis kritik matan hadis-hadis larangan mencukur bulu alis? Adapun tujuan dari skripsi ini adalah: 1). Untuk mengetahui kualitas sanad dan matan hadis tentang larangan mencukur bulu alis. 2). Untuk memvaliditas hadisnya melalui metode kritik matan.
Dalam skripsi ini penulis menggunakan kajian kepustakaan (library reseacrh) dan metode kualitatif, yaitu kegiatan pengumpulan data dan informasi dari berbagai materi, selanjutnya data dianalisa dengan menggunakan kritik sanad maupun kritik matan untuk menentukan kualitas hadis dan pemahannya dengan berbagai pendekatan. Hasil penelitian menunjukakan bahwa hadis tentang larangan mencukur bulu alis shahih dari segi sanad dan matan. Alis merupakan bagian dari wajah seseorang yang telah Allah swt berikan dari dengan sebaik- baiknya boleh di rapihkan tapi tidak boleh untuk menghilangkannya.</note>
<subject authority=""><topic>MENCUKUR BULU ALIS, Kritik Matan Hadis</topic></subject>
<classification>2x2.34</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI IH 68</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI IH 68</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI IH 68</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>24965</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-11-10 11:02:32</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-11-10 11:02:49</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>