<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="24681">
<titleInfo>
<title>KONSELING RATIONAL EMOTIVE BEHAVIOR 
THERAPY (REBT) TERHADAP REMAJA YANG 
MENGALAMI KLEPTOMANIA 
(Studi di Pondok Pesantren Daarul Falah Desa Carenang Kecamatan 
Kopo Kabupaten Serang Provinsi Banten)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Alda Hestiana</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Serang Banten</placeTerm></place>
<publisher>UIN SMH  BANTEN</publisher>
<dateIssued>2021</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xvii + 103 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Pada dasarnya masa remaja sangat rentan dan labil dalam 
bertindak dan sangat memerlukan bimbingan dari orang tua, teman 
sebaya dan didukung oleh lingkungan yang baik. Jika hal ini tidak 
didapatkan maka kemungkinan besar akan timbul perilaku-perilaku 
menyimpang, salah satunya kleptomania. Kleptomania ini merupakan 
gangguan mental yang cukup jarang, tapi tergolong serius. Kondisi 
kleptomania ini dapat menyebabkan gangguan emosional yang 
berlanjut pada orang yang bersangkutan dan juga dapat merugikan 
orang lain, mengganggu ketentraman umum dan merusak dirinya 
sendiri. Dalam penelitian ini peneliti fokus terhadap remaja yang 
mengalami kleptomania, karena remaja dianggap sebagai subjek yang 
cocok dalam konseling Rational Emotive Behavior Therapy (REBT).
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah 
dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana kondisi psikologis remaja 
yang mengalami gangguan kleptomania? 2) Bagaimana proses 
konseling Rational Emotive Behavior Therapy terhadap remaja yang 
mengalami kleptomania? 3) Bagaimana hasil dari pelaksanaan 
konseling Rational Emotive Behavior Therapy terhadap perubahan 
remaja yang mengalami kleptomania?.
Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Untuk menjelaskan kondisi 
psikologis remaja yang mengalami gangguan kleptomania. 2) Untuk 
menganalisa proses konseling Rational Emotive Behavior Therapy
terhadap remaja yang mengalami kleptomania. 3) Untuk mengetahui 
hasil dari pelaksanaan konseling Rational Emotive Behavior Therapy
terhadap perubahan remaja yang mengalami kleptomania.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan 
menggunakan metode kualitatif yang menghasilkan data deskriptif 
berupa kata-kata tertulis dan lisan dari perilaku konseli atau narasumber 
yang diamati. Pengumpulan data yang digunakan yaitu, observasi, 
wawancara dan dokumentasi.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan 
bahwa sebelum melakukan layanan konseling, remaja yang mengalami 
kleptomania lebih banyak berpikir irasional dibanding rasional dalam 
kesehariannya. Seperti kesulitan untuk menahan impuls mencuri, 
perasaan kecewa terhadap diri sendiri jika tidak bisa mengambil barang 
tersebut, perasaan sedih karena kurangnya kasih sayang orang tua dan 
juga perasaan iri terhadap orang lain. Setelah diberikan konseling 
dengan layanan Rational Emotive Behavior Therapy dengan teknik 
kognitif, teknik perilaku dan teknik emotif perubahan setelah 
pelaksanaan konseling responden sudah mulai memiliki rasa 
penyesalan, memiliki keinginan untuk tidak mengambil barang milik 
orang lain, mencuri bukan perbuatan terpuji dan belajar dari kesalahan.</note>
<subject authority=""><topic>RATIONAL EMOTIVE BEHAVIOR  THERAPY (REBT)</topic></subject>
<classification>150</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI BKI 663</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI BKI 663</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI BKI 663</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>24681</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-10-14 09:24:43</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-10-14 09:25:26</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>