<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="24619">
<titleInfo>
<title>Tradisi Bacaan Manaqib 
Dalam Acara Pra Akad Nikah Menurut Hukum Islam (Studi Kasus Di Kp Cileuksa 
Desa Bandung Kecamatan Banjar)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Resti Septiani</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Serang Banten</placeTerm></place>
<publisher>UIN SMH  BANTEN</publisher>
<dateIssued>2021</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xii + 81 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Tradisi Bacaan Manaqib merupakan tradisi yang 
dilakukan ketika akan menghadapi fase kehidupan, yaitu fase pernikahan . Adapun 
tujuan pelaksanaan tradisi bacaan manaqib sekedar untuk menghormati dan memohon 
restu serta untuk mendapatkan berkah dari leluhur. Di dalam pelaksanaan tradisi 
bacaan manaqib ada beberapa benda, berupa sesaji yang memiliki simbol-simbol adat 
yang memiliki nilai, ritual ini hanya dapat dilakukan di tempat orang yang 
mempunyai hajat, yaitu di tempat resepsi yang dimana semua acara dilaksanakan dan 
di pimpin oleh seseorang yang memiliki ilmu membaca kitab Syekh Abdul Qadir 
Jailani. Sesaji yang dilakukan sebagai salah satu syarat dalam pelaksanaan tradisi 
bacaan manaqib menurut sebagian kalangan perbuatan yang menyimpang dari ajaran 
hukum Islam. Perumusan masalahnya adalah: Bagaimana prosesi bacaan manaqib 
pada masyarakat Kp Cileuksa Desa Bandung Kecamatan Banjar? Bagaimana 
pandangan tokoh adat masyarakat sunda dalam memaknai sesaji pelengkap bacaan 
manaqib pra akad nikah pada masyarakat Kp Cileuksa Desa Bandung Kecamatan 
Banjar? Bagaimana pandangan hukum Islam terhadap tradisi bacaan manaqib pra akad 
nikah pada masyarakat Kp Cileuksa Desa Bandung Kecamatan Banjar? Tujuan 
penelitian ini adalah: Untuk menjelaskan prosesi bacaan manaqib pada masyarakat Kp 
Cileuksa Desa Bandung Kecamatan Banjar kepada publik. Untuk menjelaskan 
bagaimana pandangan tokoh adat masyarakat sunda dalam memaknai sesaji pelengkap 
bacaan manaqib pra akad nikah pada masyarakat Kp Cileuksa Desa Bandung 
Kecamatan Banjar kepada publik. Untuk menggambarkan perspektif hukum Islam 
terhadap tradisi bacaan manaqib pra akad nikah pada masyarakat Kp Cileuksa Desa 
Bandung Kecamatan Banjar kepada publik. Penelitian ini merupakan penelitian 
lapangan dengan metode penelitian kualitatif. Seluruh data dianalisis secara induktif 
berdasarkan pandagan partisipan yang diteliti. Kesimpulannya Prosesi bacaan 
manaqib pada masyarakat Kp Cileuksa Desa Bandung Kecamatan Banjar, merupakan 
sebuah proses mengingat kepada tokoh-tokoh ataupun ulama besar dalam islam yang 
memiliki hubungan langsung pada Rasulullah. Dengan harapan dapat menirukan sifatsifat seorang sufi atau wali Allah dan menjadi contoh pada kehidupan sehari-harinya. 
Pandangan para tokoh adat masyarakat sunda dalam memaknai sesaji pelengkap 
bacaan manaqib pra akad nikah adalah adat atau kebiasaan yang telah mengakar di 
dalam masyarakat Kp Cileuksa yang bersifat religio-magis. Adapun dengan dilengkapi 
oleh sajian itu hanya sekedar budaya yang harus dilestarikan dari nenek moyang dan 
bagi masyarakat yang melaksanakannya berniat untuk nadzar kepada tuan syekh dan 
memohon keberkahan kepada sang wali. Pandangan hukum islam terhadap tradisi 
bacaan manaqib pra akad nikah merupakan perbuatan yang baik dan para ulama 
sepakat dalam menerima adat. Tradisi bacaan manaqib tersebut termasuk urf yang 
shahih, urf tersebut dapat dijadikan dasar argument selama tidak bertentangan dengan 
syara.</note>
<subject authority=""><topic>HUKUM ISLAM, TRADISI, PRA AKAD NIKAH</topic></subject>
<classification>2x4.3</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI HKI 327</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI HKI 327</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI HKI 327</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>24619</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-10-06 15:01:43</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-10-06 15:02:31</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>