<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="24582">
<titleInfo>
<title>Penerapan Teknik Rational Emotive Behaviour Therapy Terhadap 
Penderita Stockholm Syndrome in Relationship (Studi di Masyarakat 
Kecamatan Jiput Kabupaten Pandeglang)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Fathurohman</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Serang Banten</placeTerm></place>
<publisher>UIN SMH  BANTEN</publisher>
<dateIssued>2022</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xi + 97 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Hubungan romantis adalah sebuah hal yang sudah menjadi 
kebutuhan dasar manusia. Hal itu dilatar belakangi oleh kebutuhan 
dasar berupa kebutuhan akan rasa aman dan dicintai. Namun, 
kurangnya pengetahuan dan informasi mengenai cara menjalin 
hubungan yang baik tidak jarang menimbulkan perilaku menyimpang 
atau toxic relationships dan salah satunya adalah stockholm syndrome 
ini. Stockholm syndrome merupakanah sebuah hubungan yang 
didalamnya dipenuhi dengan kekerasan baik fisik ataupun mental, 
ancaman, dominasi dan juga cinta yang manis.
Berdasarkan latar belakang tersebut, perumusan masalah dalam 
penelitian ini adalah sebagai berikut: 1). Apa stockholm syndrome in 
relationship? 2). Bagaimana penerapan teknik rational emotive 
behaviour therapy? 3). Bagaimana hasil penerapan rational emotive 
behaviour therapy terhadap penderita stockholm syndrome?. Adapun 
tujuan penelitian yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah: 1). 
Mengetahui stockholm syndrome in relationship 2). Mengetahui 
penerapan teknik rational emotive behaviour therapy terhadap 
stockholm syndrome in relationship 3). Mengetahui hasil penerapan 
rational emotive behaviour therapy terhadap penderita stockholm 
syndrome.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode 
penelitian kualitatif dan penelitian tindakan. Dalam pengumpulan data, 
saya menggunakan teknik observasi, wawancara dan kuisioner. 
Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Jiput Kabupaten Pandeglang 
yang dilakukan dari bulan Januari 2021 hingga bulan Maret 2021 
dengan jumlah objek penelitian sejumlah 5 orang.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan 
bahwa kondisi penderita stockholm syndrome mengidap gejala yaitu: 
Merasa cemas, takut, pasrah dan tidak berdaya dalam menghadapi 
pasangannya dan lain-lain. Sedangkan penerapan layanan konseling 
meliputi beberapa tahap yaitu: Tahap awal berupa asesmen, tahap 
pertengahan berupa treatment dan tahap akhir berupa evaluasi.
Penerapan layanan konseling dengan teknik rational emotive 
behaviour therapy berdampak positif dalam mereduksi gejala 
stockholm syndrome bagi sebagian konseli. Sebagian responden 
mampu untuk menyesuaikan diri dan melawan ketakutannya dalam 
menghadapi pasangannya, meskipun sebagian responden lainnya tidak 
mendapat hasil yang serupa. Layanan konseling dengan penerapan 
teknik rational emotive behaviour therapy cukup bisa digunakan 
sebagai salah satu teknik konseling dalam mereduksi kecenderungan 
stockholm syndrome dalam kasus tertentu</note>
<subject authority=""><topic>Stockholm syndrome, toxic relationship, pacaran</topic></subject>
<classification>150</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI BKI 704</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI BKI 704</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI BKI 704</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>24582</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-10-05 10:23:00</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-02-27 09:40:50</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>