<br />
<b>Notice</b>:  Undefined variable: _title_main in <b>/home/perpus/lib/detail.inc.php</b> on line <b>272</b><br />
<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="24567">
<titleInfo>
<title></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Restu Septiana</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Serang Banten</placeTerm></place>
<publisher>UIN SMH  BANTEN</publisher>
<dateIssued>2021</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xi + 147 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Calon Tunggal merupakan sebuah fenomena atau kondisi yang 
tidak terduga yang disebabkan oleh peraturan perundang-undangan 
tentang pilkada yang mensyaratkan minimal dua pasangan calon kepala 
daerah. Karena adanya fenomena calon tunggal, menyebabkan masalah 
baru warga negara tidak bebas untuk memilih calon karena hanya ada 
satu calon, walaupun Mahkamah Konstitusi mengeluarkan putusan 
No.100/PUU-XIII/2015 tetap adanya pemilihan dengan cara setuju atau 
tidak setuju cara ini kurang demokratis karena terlihat disini Mahkamah 
Konstitusi hanya menetapkan, dan apakah referendum Mahkamah 
Konstitusi dalam hal memilih calon tunggal dengan cara setuju atau 
tidak setuju sudah memenuhi nilai demokrasi sesungguhnya. 
Adapun permasalahan yang akan dibahas dalam penulisan 
skripsi ini adalah Bagaimana Landasan Yuridis Normatif Hakim 
Konstitusi Terhadap Judical Review Uji Materi UU No.8 Tahun 2015 
Tentang Calon Tunggal Kepala Daerah? Bagaimana Implikasi Putusan 
Mahkamah Konstitusi No.100/PUU-XIII/2015 Tentang Pasangan 
Calon Tunggal Terhadap Demokrasi Di Indonesia? 
Tujuan penelitian dari skripsi ini adalah: untuk mengetahui 
bagaimana Landasan Yuridis Normatif Hakim Konstitusi Terhadap 
Judical Review Uji Materi UU No.8 Tahun 2015 Tentang Calon 
Tunggal Kepala Daerah, serta untuk mengetahui bagaimana Implikasi 
Putusan Mahkamah Konstitusi No.100/PUU-XIII/2015 Tentang 
Pasangan Calon Tunggal Terhadap Demokrasi Di Indonesia
Penelitian ini merupakan penelitian Yuridis Normatif atau 
Kepustakaan, suatu penelitian hukum yang mempergunakan sumber 
data sekunder. Kesimpulannya, pemberlakuan Calon Tunggal 
sebagaimana diatur dalam UU No.10 Tahun 2016, menyatakan bahwa 
calon tunggal kepala daerah akan tetap dilaksanakan pelaksanaan 
pemberlakuan calon tunggal di daerah yang hanya terdapat satu 
pasangan calon dengan syarat ketika awal pendaftaran sampai 
berakhirnya pendaftaran hanya terdapat satu pasangan calon yang 
terdaftar di komisi pemilihan umum dengan catatan calon tersebut telah 
memenuhi persyaratan yang diatur dalam UU No.10 Tahun 2016 calon 
tersebut legal untuk dipilih dalam pemilihan umum kepala daerah 
serentak. Putusan Mahkamah tentang calon tunggal memberikan 
dampak langsung dan tidak langsung terhadap pilkada serentak.</note>
<note type="statement of responsibility">Legalitas 
Calon Tunggal Dalam Pemilihan Kepala Daerah” (Analisis Putusan 
MK No. 100/</note><subject authority=""><topic>MAHKAMAH KONSTITUSI, LEGALITAS CALON TUNGGAL</topic></subject>
<classification>340</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI HTN 341</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI HTN 341</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI HTN 341</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>24567</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-10-04 13:36:13</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-10-04 13:37:14</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>