<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="24532">
<titleInfo>
<title>PEMAHAMAN AL-QUR’AN DALAM TRADISI 
PEMBACAAN WIRDUL LAṬĬF
(Studi Living Qur’an di Pondok Pesantren Daar El Rahmah Kota Serang)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Asnawati</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Serang Banten</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2022</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xxi + 82 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Skripsi ini di latar belakangi oleh ketertarikan penulis terhadap 
tradisi pembacaan Wirdul Laṭĭf di pondok pesantren Daar El Rahmah 
yang di dalam bacaannya terdapat ayat-ayat Al-Qur’an. Oleh karena itu 
peneliti ingin mengetahui bagaimana praktik, motif dan tujuan tradisi 
pembacaan Wirdul Laṭĭf serta bagaimana para santri yang merupakan bagian 
dari pelaku tradisi memahami ayat-ayat Al-Qur’an tersebut.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode 
kualitatif dengan memakai studi lapangan (field research). Sedangkan 
untuk menjawab sebagian persoalan yang ada, penulis menggunakan 
teori yang dikemukakan oleh Max Weber yaitu teori Tindakan sosial 
yang diklasifikasikan menjadi empat tipologi yaitu tindakan tradisional, 
tindakan afektif, tindakan rasionalitas instrumental, dan tindakan 
rasionalitas nilai. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah 
observasi, wawancara, dokumentasi, dan analisis data secara deskriptif 
kualitatif dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tindakan tradisional, 
pihak pondok pesantren ingin menjaga dan melestarikan tradisi yang 
diajarkan oleh para habaib. Berdasarkan teori tindakan afektif
menunjukkan bahwa pelaku tradisi mempunyai ikatan emosional yakni 
kecintaan terhadap para habaib. Berdasarkan rasionalitas instrumental,
terlihat bahwa disini secara instrumental pelaku tradisi mempunyai 
kemampuan dan kapasitas untuk melakukan tradisi pembacaan Wirdul 
Laṭĭf baik dari segi finansial maupun sumber daya manusianya.
Berdasarkan rasionalitas nilai, dengan mentradisikan apa yang telah 
menjadi tradisi para habaib, mereka berharap dapat memperoleh 
manfaat dan keberkahan didalamnya. Adapun para santri memahami 
ayat-ayat Al-Qur’an yang terdapat dalam bacaan Wirdul Laṭĭf sebagai 
bacaan yang dianggap memberikan pahala yang berlipat ketika 
membacanya, memberikan perlindungan dari berbagai makhluk,
menjaga dari maksiat dan pengantar shalawat atas Nabi Nuh.</note>
<subject authority=""><topic>Tradisi, Wirdul Laṭĭf, living Qur’an.</topic></subject>
<classification>2x1.3</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI IAT 432</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI IAT 432</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI IAT 432</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>24532</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-30 09:12:16</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-30 09:13:25</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>