<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="24485">
<titleInfo>
<title>ISTIDRAJ DALAM PESPEKTIF
AL-QUR’AN
(Studi Komparatif antara Tafsīr Qurṭubî dan Tafsīr Ibnu Kaṡīr)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Shoopa Alifiah Salsabil</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Serang Banten</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2022</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xviii + 62 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Menjadi manusia harus memiliki dua aspek diantaranya aspek ubudiah dan aspek duniawi, kedua aspek ini harus seimbang, karenamya dalam perkembangan zaman yang semakin moderen sehingga banyak manusia yang berlomba-lomba untuk mengejar nikmat dunia, mereka melupakan kewajiban nya menjadi manusia beragama, dan mereka juga semakin melupakan ajaran-ajaran islam. Manusia beragama harus melakukan segala kewajiban nya dan menghindari segala larangan nya. Manusia yang larut akan dunia nya tidak akan berkah dalam hidupnya, dimana manusia mendapatkan nikmat berlimpah, jabatan tertinggi, dan kebahagiaan yang tiada habisnya.
Dalam pemaparan latar belakang diatas maka rumusan masalah dalam skripsi ini yaitu: 1). Bagaimana konteks ayat-ayat Al-Qur‟an tentang istidraj? 2). Bagaimana pandangan Imam Qurṭubî dan Imam Ibnu Kaṡīr mengenai ayat-ayat tersebut? 3). Bagaimana persamaan dan perbedaan penafsiran Al-Qur‟an dan Ibnu Kaṡīr tentang?. Adapun tujuan Dalam penelitian ini yaitu: 1). Untuk mengenal lebih dalam konteks dalam ayat-ayat Al-Qur‟an tentang istidraj. 2). Untuk mengenal lebih dalam pandangan Imam Al Qurṭubî dan pandangan Imam Ibnu Kaṡīr mengenai ayat-ayat dalam Al-Qur‟an. 3). Untuk mengetahui persamaan dan perbedaan penafsiran Imam Al Qurṭubî dan Imam Ibnu Kaṡīr .
Hasil temuan dalam skripsi ini : Dalam Al-Quran kata Istidraj disebutkan sebanyak dua kali, dalam surat Al-A‟raf Ayat 182–183 dan surat Al-Qalam Ayat 44-45. Dari pemaparan diatas penulis membuat kesimpulan untuk menganalisis ayat tersebut dengan menggunakan metode komparatif, dimana Al-Qurṭubî berpendapat bahwa hukuman Istidraj diberikan secara berangsur angsur didunia, namun Ibnu Kaṡīr berpendapat hukuman Istidraj diberikan untuk menambah berat hukumannya didunia dan diakhirat. Selain itu penulis juga membuat kesimpulan bahwa konteks dari kedua ayat tersebut memiliki konteks yang sama dimana didalam nya membahas tentang orang-orang yang diberikan Istidraj dikarenakan tidak percaya atas kenabian rasulullah dan selalu menentang atas perkataannya.</note>
<subject authority=""><topic>Istidraj, Al-Qurṭubî , Ibnu Kaṡīr</topic></subject>
<classification>2x1.3</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI IAT 429</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI IAT 429</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI IAT 429</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>24485</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-27 11:42:59</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-27 11:43:33</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>