<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="24472">
<titleInfo>
<title>AYAT-AYAT AMR PADA SURAT AN-NAML</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Siti Kholifah</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Serang Banten</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2022</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xvii + 68 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Kata perintah di dalam Al-Qur‟an (amr) bersifat instruktif atau memerintah.
Tetapi tidak semua amr memiliki makna wajib, adakalanya amr memiliki makna
majazi. Untuk mengetahui hal tersebut penulis menggunakan tafsir yang bercorak
kebahasaan yaitu At-Taḥrir Wa At-Tanwir karya Ibnu „Ᾱsy ̅r yang pembahasaanya
meruju pada kebahasaan. Penelitian ini hanya akan membahas amr dalam Surah
An-Naml studi penafsiran Ibnu „Ᾱsy ̅r.
Dalam tersusunnya karya ilmiah ini penulis membatasi beberapa permasalahan
yang akan dikemukakan, yakni akan menjelaskan bentuk-bentuk amr dan
maknanya dalam surat An-Naml, kemudian akan menjelaskan bagaimana tafsiran
Ibnu „Ᾱsy ̅r tentang ayat-ayat amr dalam surat An-Naml dan Kaidah-Kaidahnya.
Untuk menjawab inti masalah tersebut, maka penelitian ini menggunakan
metode penelitian kualitatif deksriptif. Sumber penelitian ini yaitu penelitain
pustaka (library research) yang terbagi kedalam dua bagian yaitu sumber primer
dan sumber sekunder. Untuk sumber primer kitab yang di khususkan yakni kitab
Taḥrir Wa At-Tanwir karya Ibnu „Ᾱsy ̅r, dan untuk sumber sekunder
menggunakan kitab atau buku-buku yang menunjang peneleitian ini.
Hasil dari penelitain ini menunjukan bahwa amr dalam surah An-Naml hanya
menggunakan sighat fi’il amr, tidak ditemukan sighat lain selain fi’il amr.
Ditemukan 23 ayat amr dalam surah An-Naml yang terbagi menjadi dua jenis amr
yakni hakiki yang bermakna wajib terdapat dalam surah An-Naml yakni: 10, 12,
28, 31, 32, 41, 44, 45, 59, 64, 65, 79, 92, dan ayat 93. Dan bermakna majazi
terdapat pada Surat An-Naml yakni: 14, 18, 19, 33, 37, 49, 51, 56, 69. Makna
majazi yang ditemukan diantaranya adalah Irsyad, Iltimas, Do‟a, Tahdid. Dan
ditemukan pula implikasi bentuk amr atau kaidah amr terhadap penafsiran Ibnu
„Ᾱsy ̅r bahwa amr ada yang menunjukan kebolehan, dan cepat untuk dilaksanakan,
ada yang menunjukan pengulangan, dan ada yang menunjukan ketidakwajiban.</note>
<subject authority=""><topic>AYAT-AYAT AMR</topic></subject>
<classification>2x1.3</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI IAT 436</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI IAT 436</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI IAT 436</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>24472</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-27 09:46:38</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-27 10:11:50</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>