<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="24455">
<titleInfo>
<title>EFEKTIVITAS PERKARA ONRECHTMATIGE 
OVERHEIDSDAAD DI PENGADILAN NEGERI 
DAN PENGADILAN TATA USAHA NEGARA 
TENTANG PERMA NOMOR 2 TAHUN 2019
(Studi Perbandingan)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Nurmilah</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Serang Banten</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2021</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xi + 86 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Perubahan konsep KTUN yang terdapat pada pasal 87 Undangundang nomor 30 tahun 2014 menyebabkan perubahan yang dimana 
onrechtmatige overheidsdaad yang dulu merupakan kompetensi 
absolut Peradilan Umum kini berubah menjadi kompetensi absolut 
Peradilan Tata Usaha Negara.
Perumusan masalah penelitian: 1) Bagaimana Pengaturan dan 
Pelaksanaan Onrechtmatige Overheidsdaad antara Pengadilan Negeri 
dan Pengadilan Tata Usaha Negara dihubungkan dengan PERMA 
nomor 2 tahun 2019 tentang Pedoman Penyelesaian Sengketa Tindakan 
Pemerintahan Kewenangan Mengadili Perbuatan Melanggar Hukum 
oleh Badan dan/atau Pejabat Pemerintahan. 2) Dasar Hukum yang 
digunakan dalam Penyelesaian Perkara Onrechtmatige Overheidsdaad 
di Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tata Usaha Negara. 
Tujuan penelitian skripsi: 1) Untuk mengetahui Pengaturan dan 
Pelaksanaan Perkara Onrechtmatige Overheidsdaad di Pengadilan 
Negeri dan Pengadilan Tata Usaha Negara dengan dihubungkannya 
PERMA Nomor 2 Tahun 2019 tentang Pedoman Penyelesaian 
Sengketa Tindakan Pemerintahan dan Kewenangan Mengadili 
Perbuatan Melanggar Hukum oleh Badan dan/atau Pejabat 
Pemerintahan. 2) Untuk mengetahui Dasar Hukum yang digunakan 
dalam Penyelesaian Perkara Onrechtmatige Overheidsdaad di 
Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tata Usaha Negara.
Metodelogi penelitian skripsi ini menggunakan metode kualitatif, 
jenis yuridis normatif yaitu penelitian hukum yang dilakukan dengan 
cara meneliti bahan pustaka (library research), dengan menggunakan
beberapa pendekatan yaitu, pendekatan Undang-undang (statute 
approach) dan perbandingan (comparative approach). 
Penelitian ini dapat disimpulkan: 1) OOD setelah adanya 
PERMA No.2 tahun 2019 telah mengubah secara keseluruhan baik 
pengaturan maupun pelaksanaannya di pengadilan. 2) Dasar hukum 
perkara OOD di PN menggunakan dalil Pasal 1365 KUH Perdata dan 
Pasal 53 UU No.5 tahun 1986 untuk di PTUN.</note>
<subject authority=""><topic>PENGADILAN NEGERI  DAN PENGADILAN TATA USAHA NEGAR</topic></subject>
<classification>347</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI HTN 267</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI HTN 267</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI HTN 267</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>24455</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-26 10:00:04</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-26 10:01:11</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>