<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="24452">
<titleInfo>
<title>Terapi CBT (Cognitive
Behavior Therapy) dalam Mengurangi Kecanduan Pornografi pada Remaja (Studi
Kasus Pada Mahasiswa UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Mahmudin</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Serang Banten</placeTerm></place>
<publisher>UIN SMH  BANTEN</publisher>
<dateIssued>2021</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xiii + 124 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Kecanduan pornografi adalah perilaku berulang untuk melihat hal-hal yang
merangsang nafsu seksual dan kehilangan kontrol diri untuk menghentikannya. Kecanduan
pornografi atau kecanduan terhadap hal yang bermuatan pornografi merupakan suatu
kegiatan atau keinginan yang memiliki dampak negatif, karena dapat mengubah struktur dan
fungsi orang yang menjadi pecandunya. Pornografi dapat menyebabkan kerusakan pada
lima bagian otak, terutama pada pre frontal corteks (bagian otak yang tepat berada di
belakang dahi). Sedangkan kecanduan narkoba menyebabkan kerusakan pada tiga bagian
otak. Pada dasarnya orang yang kecanduan pornografi merasakan hal yang sama dengan
pecandu narkoba, yaitu ingin terus memproduksi dopamin dalam otak. Tapi pecandu
pornografi bisa memenuhi 'kebutuhan' barunya itu dengan lebih mudah, kapan pun di
manapun, bahkan melalui handphone. Akhirnya, ini akan lebih sulit dideteksi dan diobati
ketimbang adiksi narkoba.
Oleh Karena itu, perlu adanya upaya untuk mengatasi permasalahan remaja yang
mengalami kecanduan pornografi. Upaya tersebut salah satunya adalah melakukan terapi
CBT (Cognitive Behavior Therapy) pada remaja yang sedang kecanduan pornografi
tersebut.
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut maka rumusan masalah dalam penelitian
ini adalah: 1). Bagaimana kecanduan remaja terhadap nonton video pornografi?. 2).
Bagaimana penerapan dan efektifitas teknik terapi CBT dalam mengurangi kecanduan video
pornografi pada remaja?.
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode kualitatif. Yang mana semua data
hasil wawancara dan observasi penelitian ini dijelaskan secara deskriptif kualitatif, Teknik
pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara semi terstruktur. Pada
penelitian ini jumlah responden yang menjadi objek penelitian ialah berjumlah lima orang
yang mewakili setiap fakultas yang ada di UIN Banten.
Hasil dari penelitian ini adalah: 1) Remaja yang kecanduan pornografi adalah remaja
yang tidak memiliki banyak aktivitas sehingga pornografi dijadikan sebagai alat untuk
melampiaskan semua rasa jenuh, bosan, dan menjadikan pornografi sebagai alat
pelampiasan hasrat seksualitasnya, selalu memasang aplikasi VPN di Smartphonenya dan
sering melakukan masturbasi atau onani. 2) Tahap-tahap pelaksanaan terapi CBT terdiri
dari: a. sesi asesmen dan diagnosa, b. Mencari akar permasalahan yang bersumber dari emosi
negatif dan penyimpangan proses berpikir, c. intervensi pemikiran dan penyampaian
konsekwensi negatif, d. Intervensi tingkah laku dan e. sesi pencegahan relapse dan training
selp help. 3) perubahan perilaku remaja setelah melakukan proses terapi di antaranya
meliputi aspek kognitif, perasaan dan perilaku. Remaja yang sudah melakukan terapi
mengetahui tentang bahaya pornografi bagi dirinya dan masa depanya, mejadi lebih
produktif aktivitasnya, menurunnya intensitas menonton video pornografi dan bisa
mengendalikan keinginannya untuk menonton video pornografi.</note>
<subject authority=""><topic>Cognitive Behavior Therapy,REMAJA, KECANDUAN PORNO</topic></subject>
<classification>150</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI BKI 680</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI BKI 680</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI BKI 680</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>24452</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-23 11:18:14</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-02-16 15:26:25</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>