Detail Cantuman Kembali
Pemberdayaan Kelompok Tani Dewasa Koplak Mandiri Melalui Program Pertanian Hidroponik Di Kampung Pangkalan 1 Kedung Halang Bogor
Pertanian merupakan sektor primer dalam perekonomian Indonesia. Peran pertanian
di Indonesia terhadap perekonomian dan kehidupan masyarakat kota tergolong besar.
Meskipun banyak dampak positif terhadap perekonomian dan kehidupan masyarakat,
penerapan pertanian di perkotaan juga menjadi pertimbangan karena kurang luasnya lahan dan
sudah tercemarnya tanah akibat limbah pabrik, limbah rumah tangga dan limbah lainnya. Oleh
karena itu, Kelompok Tani Dewasa Koplak Mandiri mengambil jalan alternatif untuk
memanfaatkan lahan yang tidak digunakan dengan cara membuat pertanian hidroponik.
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini
adalah : 1) Bagaimana kondisi masyarakat Kampung Pangkalan 1 Kedung Halang Bogor ? 2)
Bagaimana proses pemberdayaan masyarakat melalui program pertanian hidroponik di
Kedung Halang Bogor? 3) Apa saja factor pendukung dan penghambat bagi pelaksanaan
program pertanian hidroponik Kelompok Tani Dewasa Koplak Mandiri di Kedung Halang
Bogor?
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan: 1) Untuk Mendeskripsikan kondisi
masyarakat di Kampung Pangkalan 1 Kedung Halang Bogor. 2) Untuk menjelaskan proses
pemberdayaan Kelompok Tani Dewasa Koplak Mandiri Kedung Halang Bogor melalui
program pertanian hidroponik. 3) Untuk menjelaskan apa saja faktor pendukung dan
penghambat bagi pelaksanaan program pertanian hidroponik Kelompok Tani Dewasa Koplak
Mandiri Kedung Halang Bogor.
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode kualitatif, karena peneliti ingin
mendeskripsikan suatu objek penelitian berdasarkan fakta yang terjadi di tempat penelitian.
Untuk teknik pengumpulan data yang akan digunakan yaitu observasi, wawancara dan
dokumentasi.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa Kelompok
Tani Dewasa Koplak Mandiri memiliki dua program yaitu program hidroponik sayuran dan
program hidroponik buah. Pada program pertanian hidroponik Kelompok Tani Dewasa
Koplak Mandiri memberikan layanan berupa pelatihan dan pendampingan. Adapun 7 tahapan
pemberdayaan yang digunakan pada saat proses pelaksanaan, yaitu : 1) Tahap Persiapan 2)
Tahap Assesment 3) Tahap Perencanaan 4) Tahap Rencana Aksi 5) Tahap Pelaksanaan
Program 6) Tahap Evaluasi dan 7) Tahap Terminasi. Dengan adanya program tersebut terdapat
manfaat yang dirasakan yaitu manfaat ekonomi dan sosial. Adapun faktor pendukung dalam
dalam proses pelaksanaan yaitu : dukungan dari aparat pemerintah dan masyarakat untuk
memanfaatkan lahan yang tidak terpakai. Sedangkan faktor penghambat yaitu: terdapat pola
pikir anggota yang menganggap bahwa setiap usaha yang dilakukan harus mendapatkan hasil
yang instan dan menyebabkan berkurangnya anggota Kelompok Tani Dewasa Koplak Mandiri
hingga sekarang.
Hera Diana Tansia - Personal Name
SKRIPSI PMI 93
303
Text
Indonesia
UIN SMH BANTEN
2022
Serang Banten
xv + 77 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...







