<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="24310">
<titleInfo>
<title>Kaderisasi Kepemimpinan di Pondok Pesantren Modern (Studi Kasus :</title>
<subTitle>di Pondok Pesantren Modern Al Mizan dan Pondok Pesantren Modern Darussalam Pandeglang)</subTitle>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>M. Badru Dawam</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Serang Banten</placeTerm></place>
<publisher>UIN SMH  BANTEN</publisher>
<dateIssued>2019</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xViii + 194 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Penelitian ini dilatar belakangi oleh isu kaderisasi dan regenerasi kepemimpinan selalu 
diasumsikan sebagai salah satu kelemahan Pondok Pesantren. Pola pewarisan genealogi selalu 
dipandang dari sudut negatif, berbanding pola kepemimpinan modern dianggap sebagai wacana 
solutif dari problem ini. Kaderisasi wanita masih menjadi sebuah masalah yang belum ditemukan 
solusinya. Maka penulis memilih Pondok Pesantren Modern Al Mizan dan Pondok Pesantren 
Modern Al Mizan Darussalam Pandeglang sebagai subjek penelitian. Alasannya karena keduanya 
merupakan lembaga pesantren yang memiliki kader wanita begitu mendominasi. Rumusan 
masalahnya adalah : 1) bagaimana pola kaderisasi kepemimpinan di PPM Al Mizan dan Darussalam 
Pandeglang, 2) bagaimana proses kaderisasi kepemimpinan di PPM Al Mizan dan Darussalam 
Pandeglang, 3) bagaimana faktor pendukung dan penghambat kaderisasi kepemimpinan terhadap 
perkembangan PPM Al Mizan dan Darussalam Pandeglang. Mengkonsep kaderisasi berarti 
menyiapkan masa depan pesantren, tujuan penelitian ini adalah : 1) untuk mengetahui pola 
kaderisasi kepemimpinan di PPM Al Mizan dan Darussalam Pandeglang, 2) untuk mengetahui 
proses kaderisasi kepemimpinan di PPM Al Mizan dan Darussalam Pandeglang, serta 3) untuk 
mengetahui faktor pendukung dan penghambat kaderisasi kepemimpinan terhadap perkembangan 
PPM Al Mizan dan Darussalam Pandeglang. 
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data penelitian ini 
menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Setelah itu data dianalisis dengan 
tahapan reduksi, penyajian dan yang terakhir adalah verifikasi atau menarik kesimpulan.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis tentang Kaderisasi Kepemimpinan di Pondok 
Pesantren Modern Al Mizan dan Pondok Pesantren Modern Darussalam, menunjukan: Pola 
kaderisasi kepemimpinan berbeda pada masing-masing pesantren. Pondok Pesantren Modern Al 
Mizan mengadopsi pola kaderisasi kepemimpinan manajemen terbuka, sedangkan Pondok 
Pesantren Modern Darussalam mengadopsi pola kaderisasi kombinasi dari sistem pewarisan dan 
disisipkan pula pola manajemen terbuka di sisi lain. Proses kaderisasi di Pondok Pesantren Modern 
Al Mizan melalui penanaman nilai, pendelegasian &#38; job description, perekrutan tenaga ahli, 
pemberian beasiswa, pengembangan keahlian SDM, serta staffing yang kompleks. Sedangkan 
Pondok Pesantren Modern Darussalam melalui jalur penanaman nilai dalam uswah hasanah, 
pendidikan, dan job description. Faktor pendukung dari kaderisasi kepemimpinan di Pondok 
Pesantren Modern Al Mizan Pandeglang adalah kepemimpinan yang diterapkan Kiai adalah 
rasionalistik-demokratif, keikhlasan kader memperjuangkan pondok karena jika tidak ikhlas atau 
ambisi tidak akan bertahan, tenaga akademisi 90% dari pondok memiliki ide dan visi yang sama 
mereka mendidik untuk ibadah dan secara finansial kuat sehingga pesantren dapat memberikan 
beasiswa pada kader untuk melanjutkan pendidikan. Faktor penghambatnya adalah para kader 
wanita yang sudah dididik sedemikian rupa ketika menikah dibawa suaminya dan meninggalkan 
pondok, sehingga pondok harus mencari dan mendidik ulang kader pengganti. Sedangkan Faktor 
pendukung dari kaderisasi kepemimpinan di Pondok Pesantren Modern Darussalam Pandeglang 
adalah dengan kuantitas tenaga pendidik yang minim sehingga mudah untuk Kiai mengontrol proses 
penguatan kaderisasi pada masing-masing kader. Dan faktor penghambatnya adalah lemahnya 
finansial di pesantren sehingga sarana dan prasarana tidak mumpuni.</note>
<subject authority=""><topic>pendidikan nasional</topic></subject>
<classification>370</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>TESIS MPI 173</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">TESIS MPI 173</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>TESIS MPI 173</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>24310</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-13 11:01:01</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-13 11:01:24</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>