<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="24270">
<titleInfo>
<title>ANALISIS PEMIKIRAN DJAZIMAH MUQODDAS TENTANG HAKIM PEREMPUAN</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Dede Ika Murofikoh</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Serang Banten</placeTerm></place>
<publisher>UIN SMH  BANTEN</publisher>
<dateIssued>2021</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xii + 103 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Hakim merupakan salah satu wakil Tuhan yang bertugas 
menegakan keadilan dan menyelesaikan berbagai perkara tidak hanya 
laki-laki, ada juga perempuan. Baik laki-laki maupun perempuan dapat 
mengakses semua fasilitas yang dimiliki oleh negara. 
Djazimah Muqoddas sebagai tokoh yang akan dianalisis 
pemikirannya tentang hakim perempuan menyatakan bahwa perempuan 
diperbolehkan menjadi hakim dan ia menjelaskan bahwa tidak ada 
satupun dalil qath’iyy yang melarang perempuan menjadi hakim. 
Perempuan diperbolehkan menjadi hakim sepanjang ia mampu 
menegakan kebenaran dan keadilan.
Berdasarkan penelitian di atas, maka dengan ini penulis 
merumuskan masalah sebagai berikut: 1. Bagaimana perspektif Islam 
tentang kedudukan hakim perempuan? 2. Bagaimana kedudukan hakim 
perempuan perspektif Djazimah muqoddas?
Tujuan penelitian ini adalah: 1. Untuk mengetahui perspektif 
Islam tentang kedudukan hakim perempuan. 2. Untuk mengetahui 
kedudukan hakim perempuan perspektif Djazimah muqoddas.
Metode pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan 
yuridis normatif, yang dimaksud pendekatan yuridis normatif adalah 
pendekatan yang dilakukan berdasarkan bahan hukum utama dengan 
cara menelaah teori-teori, konsep-konsep, asas-asas hukum serta 
peraturan perundang-undangan yang berhubungan dengan penelitian 
ini.
Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dalam Islam ada 
yang melarang secara mutlak perempuan menjadi hakim, pendapat ini 
menurut Imam Syafi’i, Imam Hanbali dan Imam Maliki. Imam Hanafi 
memperbolehkan seorang perempuan menjadi hakim kecuali untuk 
kasus pidana. Djazimah memperbolehkan perempuan menjadi hakim 
dalam segala perkara, baik perkara pidana maupun perdata</note>
<subject authority=""><topic>DJAZUMAH MUQODDAS, HAKIM PEREMPUAN</topic></subject>
<classification>340</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI HTN 329</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI HTN 329</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI HTN 329</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>24270</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-08 11:22:58</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-08 11:23:28</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>