<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="24267">
<titleInfo>
<title>INTERPRETASI LAFAZ BA’ŪD}AH DALAM
PERSPEKTIF TAFSIR ILMI
(STUDI ANALISIS TAFSIR KEMENTERIAN AGAMA RI)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Asep Aenul Yaqin</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Serang Banten</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2021</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xv + 79 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Sebagai orang Muslim kita harus yakin bahwa tidak ada satu pun ciptaan Allah Swt. yang sia-sia, meski mungkin saja belum terungkap sama sekali apa tujuan penciptaan makhluk tersebut. Setiap makhluk di semesta ini punya tugas masing-masing bahkan setiap partikel terkecil di dunia ini punya tujuan tersendiri. Artinya tidak ada mahkluk di alam ini kecuali punya tujuan yang sedang mereka jalani. Dalam al-Qur‟an, ada salah satu ayat yang menjelaskan tentang (ba’ūd}ah) yakni seekor nyamuk atau hewan yang lebih kecil daripadanya, dan nyamuk dijadikan perumpamaan oleh Allah dalam al-Qur‟an sebagai hewan yang kecil yang secara kasat mata nyamuk tersebut tidak ada manfaatnya bagi kehidupan manusia.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara mendalam bagaimana Tafsir Ilmi (Kemenag RI) menjelaskan tentang interpretasi lafadz ba’ūdhah, yang membahas dari beberapa pandangan diantaranya yaitu dari pandangan Islam dan pandangan ilmiah (biologi). Penelitian ini besifat kepustakaan yaitu dengan menganalisis data primer serta berbagai literatur yang berkaitan dengan konsep lafadz ba’ūd}ah sebagai data sekunder. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan descriptif-analisys dan thematic method (Tematik).
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa interpretasi nyamuk (ba’ūd}ah), dalam tafsir (Kemenag RI) secara ringkas menjelaskan bahwa Allah SWT tidak mungkin menciptakan segala sesuatu termasuk nyamuk (ba’ūd&#62;ah) melainkan semua itu memiliki hikmah, tujuan, dan ibrah di dalamnya, diantaranya adalah untuk membedakan bagaimana cara orang Mu‟min dan orang kafir dalam menyikapi penciptaan tersebut, dan juga menjelaskan bahwa nyamuk dilengkapi suatu organ yang tidak ditemukan pada makhluk lainnya, nyamuk memiliki enam buah “pisau” pengiris yang bekerja seperti gergaji. Alat ini terletak di ujung proboscis, suatu organ berbentuk tabung yang terletak di kepala nyamuk. Pada saat proses pengirisan berlangsung, nyamuk menyiramkan suatu cairan ke luka.</note>
<subject authority=""><topic>INTERPRETASI LAFAZ BA’ŪDHAH</topic></subject>
<classification>2X1.3</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI IAT 408</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI IAT 408</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI IAT 408</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>24267</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-08 11:01:11</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-08 11:01:39</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>