<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="23980">
<titleInfo>
<title>PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM
BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN
KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA
(PTK di Kelas IV SD Negeri Kopi Kabupaten Serang-Banten)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Eti Sartika</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Serang Banten</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2021</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xv + 78 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Penelitian ini dilatar belakangi oleh kepasifan siswa saat peroses pembelajaran, serta guru kurang tepat dalam menentukan model pembelajaran. Hal ini mengakibatkan rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada mata pelajaran matematika materi pecahan senilai. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan model PTK yang digunakan adalah model Kemmis &#38; Mc. Taggart yang terdiri dari empat tahapan yaitu observasi, perencanaan , tindakan dan refleksi yang dilakukan dalam dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning (PBL)dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Hal ini dapat dilihat dari persentase ketuntasan hasil tes berpikir kritis siswa pada siklus I yaitu 56% kemudian mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 89%, yang membuktikan peningkatan hasil tes kemampuan berpikir kritis siswa pada siklus I dan Siklus II sebesar 33%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran problem based learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.</note>
<subject authority=""><topic>Model Pembelajaran Problem Based Learning</topic></subject>
<classification>2X7.31</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI PGMI 1508</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI PGMI 1508</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI PGMI 1508</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>23980</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-08-09 11:42:47</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-08-11 09:58:20</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>