<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="23965">
<titleInfo>
<title>Pelayanan 
Sosial Rumah Autis Dalam Memberdayakan Penyandang Autis Melalui 
Bimbingan Latihan Keterampilan (Studi di Gebang Raya, Kecamatan 
Periuk, Kota Tangerang),</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Siti Fadilah</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Serang Banten</placeTerm></place>
<publisher>UIN SMH  BANTEN</publisher>
<dateIssued>2021</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xiv + 108 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Pemberdayaan merupakan upaya yang dilakukan oleh suatu 
kelompok dengan melalui berbagai kegiatan seperti memberikan pelatihan 
keterampilan dan pengembangan pengetahuan untuk mendukung keberdayaan 
masyarakat baik dari segi ekonomi, sosial dan pendidikan. Salah satu 
komponen masyarakat yang membutuhkan pemberdayaan, perhatian dan 
penanganan khusus adalah mereka yang memiliki keterbatasan fisik maupun 
mental terlebih keluarga yang berada di bawah garis kemiskinan dan tidak 
mampu membiayai pendidikan anaknya, seperti halnya para penyandang autis 
dan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Oleh sebab itu, Rumah Autis 
merupakan lembaga pendidikan yang membantu para penyandang autis dan 
keterlambatan mental lainnya dalam meringankan biaya pelayanan pendidikan 
anak yatim dan dhuafa dengan harga terjangkau bahkan gratis. 
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam 
penelitian ini adalah: 1) Bagaimana tahapan pemberdayaan para penyandang 
autis yang dilakukan oleh Rumah Autis ? 2) Bagaimana pelayanan sosial yang 
dilakukan Rumah Autis dalam memberdayakan para penyandang autis ? 3) 
Apa saja faktor pendukung dan faktor penghambat bagi Rumah Autis dalam 
memberdayakan para penyandang autis ? 
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan: 1) Untuk mengetahui 
tahapan pemberdayaan para penyandang autis yang dilakukan oleh Rumah 
Autis 2) Untuk mengetahui pelayanan sosial yang dilakukan Rumah Autis 
dalam memberdayakan para penyandang autis, 3) Untuk mengetahui faktor 
pendukung dan faktor penghambat penghambat bagi Rumah Autis dalam 
memberdayakan para penyandang autis.
Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif. Teknik 
pengumpulan datanya menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. 
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa dalam 
memberdayakan penyandang autis terdapat beberapa kondisi yakni kondisi 
pendidikannya yang memiliki beragam karakteristik dan keterlambatan 
mental yang berbeda, kondisi sosial yang dapat dilihat dari interaksi sosialnya 
dalam personal komunikasi, kondisi ekonomi keluarga penyandang autis yang 
terbilang rendah, serta latar belakang keluarga penyandang autis 90% berasal 
dari keluarga yang tidak mampu. Rumah Autis juga memberikan pelayanan 
sosial melalui program Bimbingan Latihan Keterampilan (BLK), dengan 
melakukan beberapa kegiatan life skills dan functional akademic, di 
antaranya: Life skills (Handycraft, menjahit, home industry, cooking, 
agribisnis, laundry, house keeping) dan functional akademic (penggunaan 
uang dan pembelajaran agama). Dengan adanya program tersebut terdapat 
manfaat di dalamnya, yakni manfaat pendidikan dan manfaat ekonomi. 
Adapun faktor pendukung dari program tersebut adalah: bantuan dana sarana 
dan prasarana dari banyak donatur, keterlibatan pengurus, dan tersusunnya 
pengarsipan data klien. Adapun faktor penghambat yaitu: kurangnya 
perhatian pemerintah, penggunaan sosial media yang terbatas, tidak adanya 
tenaga ahli psikolog.</note>
<subject authority=""><topic>Pelayanan Sosial, Pemberdayaan, Rumah Autis</topic></subject>
<classification>303</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI PMI 114</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI PMI 114</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI PMI 114</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>23965</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-08-08 11:05:54</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-08-08 11:06:24</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>