Detail Cantuman Kembali

XML

Pengaruh Impor Beras dan Ekspor Beras Terhadap Inflasi di Indonesia tahun 2014 – 2018


Fenomena inflasi selalu menjadi pusat perhatian para ekonom, karena
dampaknya yang akan sangat merugikan jika tidak dikendalikan dengan baik.
Hampir setiap negara selalu melakukan upaya dalam hal penanggulangan
inflasi agar tidak berdampak buruk bagi pertumbuhan ekonomi. Begitupun
dengan Indonesia, berbagai kebijakan dilakukan pemerintah untuk mencegah
terjadinya dampak buruk inflasi. Sebagai negara agraris, Indonesia memiliki
kekayaan alam agraria yang sangat luas terutama sektor pertanian padi atau
beras. Meski begitu, faktanya indonesia justru memiliki tren dan volume impor
beras yang tinggi hingga mencapai jutaan ton dibandingkan dengan tren ekspor
berasnya yang hanya mencapai ribuan ton. Upaya pemerintah dalam menjaga
pertumbuhan ekonomi serta menjaga tingkat kestabilan harga-harga melalui
inflasi menjadi pendorong dilakukannya penelitian ini.
Perumusan masalah dalam penelitian ini ialah 1). Apakah ada pengaruh
antara Impor Beras terhadap Inflasi di Indonesia. 2). Apakah ada pengaruh
antara Ekspor Beras terhadap Inflasi di Indonesia. 3). Seberapa signifikan
pengaruh Impor Beras dan Ekspor Beras terhadap Inflasi di Indonesia.
Tujuan penelitian ini dilakukan adalah: 1). Untuk mengetahui pengaruh
impor beras terhadap inflasi di indoenesia. 2). Untuk mengetahui pengaruh
ekspor beras terhadap inflasi di indoenesia. 3). Untuk mengetahui dan
menganalisis besaran pengaruh beberapa variabel tersebut (impor beras dan
ekspor beras) terhadap inflasi di indonesia.
Metode dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linier
berganda. Pertama, dilakukuan terlebih dahulu uji asumsi klasik diantaranya
uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas dan uji
autokorelasi. Kemudian menggunakan uji hipotesis diantaranya uji t, uji F,
koefisien korelasi dan koefisien determinasi.
Kesimpulannya, ditemukan hasil bahwa hasil uji t menjelaskan bahwa
nilai signifikansi dari X1 0.180 > 0.05 dan nilai signifikansi dari X2 adalah
0.393 > 0.05 sehingga nilai sig t > 0,05. Hasil Uji F menjelaskan bahwa nilai
signifikansi sebesar 0.323 > 0.05 sehingga apabila nilai sig F > 0,05. Dengan
demikian maka tidak terdapat pengaruh antara Impor Beras dan Ekspor Beras
terhadap Inflasi. Interpretasi nilai R sebesar 0,199 atau 19% artinya hubungan
Impor Beras dan Ekspor Beras terhadap Inflasi sangat rendah. Dan nilai R
2
sebesar 0,040 atau 4% dan sisanya 96% dipengaruhi oleh variabel lain selain
dari penelitian ini.
Maksus - Personal Name
SKRIPSI EIS 709
2x6.3
Text
Indonesia
2022
serang
xv + 73
LOADING LIST...
LOADING LIST...