<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="23648">
<titleInfo>
<title>Lelang Barang 
Jaminan Fidusia Menurut Hukum Islam dan Undang-Undang No. 42 Tahun 1999 (Studi 
Kasus di Pegadaian Syariah Cabang Kepandean Serang)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Siti Fadilah Mardiyana</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Serang Banten</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2022</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xi + 113 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Kebutuhan masyarakat yang meningkat membuat masyarakat mencari cara untuk 
memperoleh dana salah satunya dengan rahn dan jaminan fidusia, dimana jaminan akan 
dilelang ketika nasabah melakukan wanprestasi. Perihal barang jaminan yang dilelang ini 
sudah menjadi pengetahuan umum masyarakat. Akan tetapi, belum banyak yang mengetahui
bagaimana suatu prosedur lelang berlangsung Sebagai lembaga keuangan syariah, pegadaian 
syariah harus mengaplikasikan nilai-nilai syariah dalam setiap tahap pelaksanaan lelangnya. 
maka penting untuk dipastikan prosesnya tersentuh hukum syariah.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1. Bagaimana Prosedur Lelang Barang 
Jaminan Fidusia Menurut Hukum Islam dan Undang-Undang No. 42 Tahun 1999 Tentang 
Jaminan Fidusia di Pegadaian Syariah Cabang Kepandean Serang; 2. Bagaimana Persamaan 
dan Perbedaan Lelang Barang Jaminan Fidusia Menurut Hukum Islam dan Undang-Undang 
No. 42 Tahun 1999 Tentang Jaminan Fidusia di Pegadaian Syariah Cabang Kepandean 
Serang.
Tujuan penelitian ini adalah: 1. Untuk Mengetahui Bagaimana Prosedur Lelang Barang 
Jaminan Fidusia di Pegadaian Syariah Cabang Kepandean Serang; 2. Untuk Mengetahui 
Persamaan dan Perbedaan Lelang Barang Jaminan Fidusia Menurut Hukum Islam dan 
Undang-Undang No. 42 Tahun 1999 Tentang Jaminan Fidusia.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah penelitian lapangan (field research) 
dengan pendekatan deskriptif analisis komparatif yaitu metode dalam meneliti suatu objek 
yang bertujuan membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis dan objektif. 
Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, dokumentasi.
Hasil penelitian ini 1. Prosedur lelang di Pegadaian Syariah Cabang Kepandean Serang 
terlebih dulu akan memberitahu agar nasabah segera melakukan kewajibannya melalui 
telepon dan apabila nasabah tidak membayar angsuran selama tiga bulan berturut turut setelah 
diberikan somasi maka pihak pegadaian syariah berhak menarik barang jaminan dari pihak 
nasabah, kemudian pegadaian akan melelang barang jaminan tersebut. 2. Persamaan lelang 
barang jaminan fidusia menurut hukum Islam dan Undang-undang No. 42 tahun 1999 Tentang 
Jaminan Fidusia, dilihat dari segi objeknya dimana benda yang dijadikan jaminan harus 
memiliki nilai harta dan sertifikat bukti kepemlikan, berakhirnya akad rahn tasjily atau 
dihapusnya objek jaminan atas utang dalam rahn tasjily (wanprestasi) atau dalam jaminan 
fidusia di sebut cidera janji, prosedur lelangnya sama-sama dengan cara penjualan dibawah 
tangan. Perbedaan dilihat dari sisi pemeliharaan, rahn tasjily pemilharaanya tidak haya 
diwajibkan kepada rahin tetapi juga pada murtahin. Sedangkan jaminan fidusia pemeliharaan 
hanya kepada kreditur saja. Dilihat dari subjeknya rahn tasjily terdiri dari pihak pemberi gadai 
dan penerima, sedangkan jaminan fidusia terdiri dari pihak yang berutang dan berpiutang.</note>
<subject authority=""><topic>Perbandingan Hukum Islam dalam Hal Muamalah</topic></subject>
<classification>2X4.28</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI HES 461</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI HES 461</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI HES 461</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>23648</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-07-04 09:45:06</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-07-04 09:45:34</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>