Detail Cantuman Kembali
Pengaruh Stabilitas Makroekonomi Terhadap Efisiensi Industri Keuangan Perbankan Syariah Di Indonesia
Efisiensi merupakan perbandingan antara input dan output dengan tercapainya output yang maksimum dengan sejumlah input. Faktor eksternal yang dapat mempengaruhi efisiensi yaitu Inflasi, nilai tukar, suku bunga bank indonesia dan pertumbuhan ekonomi yang mengalami fluktuasi berdasarkan data penelitian 2016 – 2019 pada Bank Umum Syariah. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah pengaruh stabilitas makroekonomi yang diukur dengan inflasi, nilai tukar, suku bunga BI rate dan pertumbuhan ekonomi secara simultan maupun parsial terhadap efisiensi industri keuangan perbankan syariah di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh inflasi, nilai tukar, suku bunga BI rate dan pertumbuhan ekonomi secara simultan maupun parsial terhadap efisiensi industri keuangan perbankan syariah di Indonesia dengan periode pengamatan selama Januari 2016 sampai Desember 2019. Penelitian ini menggunakan metode data envelopment analysis, analisis deskriptif, uji asumsi klasik, analisis regresi data panel, uji F, uji t, koefisien korelasi dan koefisien determinasi dengan bantuan program EViews. Berdasarkan hasil pengujian menunjukkan bahwa variabel inflasi secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap efisiensi perbankan syariah di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari nilai t hitung pada variabel inflasi lebih kecil dari t tabel, yaitu (0,699874 < 1,99254) serta nilai signifikan lebih besar dari 0,05 yaitu (0,4862 > 0,05). Variabel nilai tukar secara parsial berpengaruh signifikan terhadap efisiensi perbankan syariah di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari nilai t hitung pada variabel nilai tukar lebih besar dari t tabel, yaitu (-2,237737 > 1,99254) serta nilai signifikan lebih kecil dari 0,05 yaitu (0,0282 < 0,05). Variabel suku bunga secara parsial berpengaruh signifikan terhadap efisiensi perbankan syariah di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari nilai t hitung pada variabel suku bunga lebih besar dari t tabel, yaitu (2,238982 > 1,99254) serta nilai signifikan lebih kecil dari 0,05 yaitu (0,0282 < 0,05). Variabel pertumbuhan ekonomi secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap efisiensi perbankan syariah di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari nilai t hitung pada variabel pertumbuhan ekonomi lebih kecil dari t tabel, yaitu (- 0,308178 < 1,99254) serta nilai signifikan lebih besar dari 0,05 yaitu (0,7588 > 0,05). Sedangkan variabel inflasi, nilai tukar, suku bunga dan pertumbuhan ekonomi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap efisiensi perbankan syariah di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari nilai F hitung lebih besar dari F tabel, yaitu (3,192058 > 2,49), serta nilai signifikansi yang lebih kecil dari 0,05, yaitu (0,038 < 0,05). Adapun hasil perhitungan koefisien determinasi (R2 ) adalah sebesar 0,105937. Hal ini berarti variabel inflasi, nilai tukar, suku bunga dan pertumbuhan ekonomi dapat menjelaskan pengaruhnya terhadap efisiensi perbankan syariah di Indonesia sebesar 10,59% sedangkan sisanya 89,41% dijelaskan oleh variabel lain diluar penelitian.
Cici Rizkiyani - Personal Name
SKRIPSI EIS 678
2x6.3
Text
Indonesia
2021
serang
xvii + 177 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...







