<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="23543">
<titleInfo>
<title>Praktek 
Ta’aruf Menuju Pernikahan Pergumulan Antara Adat dan Hukum 
Islam (Studi Pada Milenial di Kec. Cirinten Lebak-Banten).</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Lina Enjellina</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Serang Banten</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2022</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Ta’aruf merupakan cara pendekatan atau kenal-mengenal 
sebelum terjalin akad dan berlabuh pada pernikahan, Namun 
masyarakat kadang menyamakan antara ta’aruf dan pacaran. Padahal 
Ta’aruf sendiri merupakan anjuran untuk mengenali calon pasangan 
menuju halal serta tata caranya tetap berpegang teguh pada syariat 
Islam dan tidak kelewat batas karena terdapat ciri khasnya sendiri, dan 
sangat bertolak belakang dengan pacaran yang pada umumnya 
dilakukan oleh milenial zaman sekarang.
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah 
penelitian ini adalah 1. Apa kekhasan praktek ta’aruf menuju 
pernikahan dikalangan generasi muslim milenial? 2. Bagaimana 
persepsi masyarakat Islam tentang perbedaan praktek ta’aruf menuju 
pernikahan dengan pacaran sebelum pernikahan? 3. Bagaimana 
pergumulan antara adat dan hukum Islam dalam ta’aruf menuju 
pernikahan?
Tujuan penelitian ini adalah 1. Mendeskrifsikan kekhasan 
praktek ta’aruf menuju pernikahan dikalangan generasi muslim 
milenial. 2. Mengetahui bagaimana persepsi masyarakat Islam tentang 
perbedaan praktek ta’aruf menuju pernikahan dengan pacaran sebelum 
pernikahan. 3. Menganalisis pergumulan antara adat dan hukum Islam 
dalam ta’aruf menuju pernikahan.
Penelitian yang penulis lakukan merupakan penelitian jenis 
kualitatif yang bersifat lapangan (field research). Dengan 
mengumpukan data-data melalui wawancara, observasi, angket, dan 
dokumentasi. Data-data tersebut kemudian dianalisis dengan 
menggunakan metode deskriptif analisis secara induktif sesuai dengan 
adat dan hukum Islam mengenai praktek ta’aruf.
Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan dapat 
disimpulkan bahwa, dalam praktek ta’aruf menuju pernikahan 
pergumulan antara adat dan hukum Islam bahwa milenial yang berada 
di kec. cirinten mengatakan Ta’aruf merupakan jalan pendekatan yang 
baik yang bermula pada anjuran yang terdapat dalam Islam, karena 
dalam Islam tidak ada anjuran pendekatan menggunakan pacaran. Yang
mana ta’aruf ini dianjurkan serta sebuah cara untuk kenal-mengenl 
sebelum jenjang pernikahan, Persepsi masyarakat Islam tentang 
perbedaan praktek ta’aruf menuju pernikahan dan pacaran sebelum 
pernikahan, yaitu mereka beranggapan bahwasannya praktek ta’aruf 
lebih baik dilakukan sebagai pendekatan sebelum menuju jenjang 
serius yaitu pernikahan ketimbang pendekatan melalui pacaran, Yang 
mana pendekatan atau pengenalan melalui jalur pacaran merupakan 
jalan yang tidak akurat dan banyak mengandung kemudhorotan 
didalamnya dan berpotensi pada kekerasan yang berimbaskan pada 
perempuan yang belum menikah. Pengenalan yang tetap menggunakan 
batasan-batasan syariat Islam maka dapat dikategorikan kedalam adat 
atau kebiasaan yang baik yakni Urf shahih.</note>
<subject authority=""><topic>Praktek Ta'aruf</topic></subject>
<classification>2x4</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI HKI 270</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI HKI 270</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI HKI 270</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>23543</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-06-09 14:37:27</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-06-09 14:37:55</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>