<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="23487">
<titleInfo>
<title>Pesan Dakwah Dalam Tradisi Mendak Taun (Studi Deskriptip Di Kampung Cianja, Desa Cintaasih, Kecamtan. Cingambul, Kabupaten Majalengka-Jawa Barat)</title>
</titleInfo>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Serang Banten</placeTerm></place>
<publisher>Fakultas Dakwah Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten</publisher>
<dateIssued>2021</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xiii + 72 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Dakwah adalah sebagai seruan, ajakan, dan memanggil dan membutuhkan teknik strategi dan komunikasi yang berkaitan dengan tugas utamanya yaitu menyampaikan pesan. Pesan ajaran agama sebagai suatu sistem budaya, karena kehadiran dakwah ditengah umat harus mendorong terjadinya sebuah perubahan nyata kepada umat, baik dalam aspek pikir (pemahaman), maupun perilakunya, sebab yang terbesar dari dakwah adalah mengeluarkan manusia dari situasi kegelapan dan kemunduran menuju cahaya Islam. Berdasarkan uraian diatas maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Apa makna Tradisi Mendak Taun? 2) Bagaimana pesan dakwah dalam aspek Akidah, Syariah, dan Akhlak pada Tradisi Mendak Taun? 3)Bagaimana tanggapan masyarakat dalam Tradisi Mendak Taun? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan secara langsung dilapangan yaitu dengan wawancara pada bagian Staf Desa, Juru Kunci, Tokoh Masyarakat dan Masyarakat setempat. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa dalam Tradisi Mendak Taun merupakan tradisi Jawa Barat yang dilakukan oleh masyarakat Kampung Cianja sejak wafatnya kesepuhan Ki’a mbah paneutek pada tahun 1952. Makna dalam tradisi mendak taun didalamnya tedapat (kerukunanan, solidaritas, mendekatkan diri kepada Allah, meningkatkan kesejahteraan, dan makna simbolik. Terdapat pesan dakwah dalam tradisi mendak taun yaitu pesan dakwah dalam aspek akidah, syariah, dan akhlak. 1) Pesan dakwah akidah dengan cara membacakan tahlil, dzikir, dan do’a. 2) Pesan dakwah syariah terdapat berpakaian sopan dan masyarakat disunahkan bershodaqoh kepada tokoh Agama, 3) pesan dakwah akhlak yaitu dengan cara bergotong royong agar lebih mempererat tali persaudaraan pada masyarakat. Tanggapan masyarakat Desa Cintaasih tentang tradisi Mendak Taun diantaranya menjadikan masyarakat lebih mendekatkan diri kepada Allah dan memperbanyak bersyukur.</note>
<subject authority=""><topic>Pesan dakwah</topic></subject>
<classification>SKRIPSI KPI 688</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI KPI 688</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI KPI 688</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI KPI 688</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>23487</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-05-30 09:09:46</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-05-30 09:10:23</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>