<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="23342">
<titleInfo>
<title>Pemahaman Tekstual dan Kontekstual Ḥadiṡ Perintah Membunuh Cicak Perspektif Yusuf al-Qardhawi</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Safid</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2020</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xviii + 82 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna yang terkandung pada ḥadiṡ perintah membunuh cicak. Pemilihan tema ini didorong oleh masih banyaknya pemahaman yang simpang siur atas pemahaman Ḥadiṡ tersebut di kalangan umat Islam. Sebagian menjadikannya sebagai hujjah untuk mengamalkannya agar mendapat pahala, sementara yang lain ada yang meragukan keṣahihannya, karena menganggapnya tidak relevan dengan ajaran menyayangi hewan. Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah pada penelitian ini adalah : 1). Bagaimana kualitas Ḥadiṡ-Ḥadiṡ Perintah Membunuh Cicak? 2). Bagaimana Pemahaman Tekstual dan Kontekstual tentang Ḥadiṡ-Ḥadiṡ Perintah Membunuh Cicak? 3). Apakah hadis tersebut bisa dijadikan hujjah dimasa kontemporer seperti sekarang? Adapun tujuan dari penelitian ini adalah : 1). Mengetahui kualitas hadis perintah membunuh cicak. 2). Mendapatkan pemahaman yang kongkret terhadap ḥadiṡ-ḥadiṡ Perintah membunuh cicak dengan tinjauan tekstual dan kontekstual. 3). Serta mengetahui relevansi hadis tersebut di masa kontemporer. Metode penelitian ini didekati secara kualitatif deskriptif, dengan menggunakan kitab Taḥżib al-Kamal fi Asmā’ al-Rijal, karya Syekh al-Ḥafiẓ al-Mutqin Jamaluddin Abī al-Hujjaj Yusuf al-Mizzi untuk mengetahui kualitas sanad hadis dan kitab Kaifa Nata’ammal mā’a al-Sunnah al-Nabawiyyah, karya Yusuf al-Qardhawi untuk mengetahui pemahaman tekstual dan kontekstual hadis sebagai rujukan utama terhadap hadis serta Kitab Sabab al-Wurud sebagai rujukan untuk melihat konteks hadis. Hadis perintah membunuh cicak dinyatakan shahih dan bisa dijadikan sebagai hujjah menurut ijma Ulama, Tetapi illat yang melatarbelakangi munculnya hadis tersebut sudah tidak relevan dimasa kontemporer, karena cicak bermanfaat untuk bahan pengobatan.</note>
<classification>2x2.1</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI IH 39</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI IH 39</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI IH 39</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>23342</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-04-28 14:18:53</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-04-28 14:19:09</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>