Detail Cantuman Kembali

XML

Pemberdayaan Anak Terlantar Dalam Bidang Pendidikan Di Yayasan Bina Wanita Bahagia Kelurahan Kaligandu Kecamatan Serang Kota Serang


Anak terlantar merupakan masalah sosial yang menjadi fenomena menarik dalam kehidupan bermasyarakat. Pada umumnya anak terlantar berumur di bawah 18 tahun adalah anak–anak yang memiliki hak untuk memperoleh pendidikan yang layak. Mereka menjadi korban karena orang tuanya yang terhimpit masalah ekonomi dan tidak mampu menyekolahkan mereka demi masa depan mereka dan memperbaiki kehidupan mereka. Melihat kenyataan yang seperti ini sangatlah miris, sehingga Yayasan Bina Wanita Bahagia bergerak merangkul mereka untuk mendapatkan pendidikan yang layak, berusaha menjadikan anak-anak terlantar ini setara dengan anak-anak yang lain yang mengenyam pendidikan formal, selain itu Mengupayakan agar anak-anak terlantar disekitar daerah ini bisa bergabung dengan anak-anak yang lain untuk belajar di Yayasan Bina Wanita Bahagia, sehingga diharapkan mampu meminimalisir rendahnya pendidikan bagi anak-anak terlantar. Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana kondisi anak terlantar di Yayasan Bina Wanita Bahagia Kelurahan Kaligandu Kecamatan Serang Kota Serang? 2) Bagaimana program pendidikan anak terlantar di Yayasan Bina Wanita Bahagia Kelurahan Kaligandu Kecamatan Serang Kota Serang? 3) Faktor apa saja yang menjadi pendukung dan penghambat pada program pendidikan anak terlantar di Yayasan Bina Wanita Bahagia Kelurahan Kaligandu Kecamatan Serang Kota Serang? Dalam penelitian ini saya menggunakan metode deskriptif kualitatif, karena saya ingin menggambarkan objek penelitian berdasarkan fakta-fakta yang terjadi di tempat penelitian. Sedangkan untuk teknik pengumpulan datanya dengan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa kondisi anak terlantar di Yayasan Bina Wanita Bahagia terdapat tiga kondisi yaitu: kondisi pendidikan, kondisi perekonomian dan kondisi sosial. Yayasan Bina Wanita Bahagia mempunyai tiga program pendidikan yaitu: Kelompok Bermain (Kober), Raudhatul Athfal (RA) dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ). Adapun faktor pendukung dari program tersebut adalah: kerjasama oleh Dinas Sosial, keterlibatan pengurus, keinginan belajar yang kuat anak terlantar dan lingkungan yang kondusif. Adapun faktor penghambatnya yaitu: donatur yang tidak tetap dan fasilitas yang kurang memadai.
Moch. Erwin Kurniawan - Personal Name
SKRIPSI PMI 82
2x7
Text
Indonesia
2021
serang
xvii + 127 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...