<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="23200">
<titleInfo>
<title>Penanaman Nilai-Nilai Keagamaan dalam Pendidikan Seks Bagi Remaja (Studi Komunikasi Interpersonal Orangtua dan Remaja di Desa Pangkalan Kecamatan Teluknaga Tangerang)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Ega Nur Fadilah</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2021</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xiii + 112 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Remaja lebih dikenal sebagai sosok dengan rasa ingin tahu yang sangat besar. Banyak minat yang berkembang pada masa remaja, seperti minat sosial dan minat seputar masalah seks. Pendidikan seks merupakan pendidikan yang sangat penting untuk remaja. Nilai-nilai keagamaan serta metode tentang pemberian pedidikan seksual yang tepat akan mengantarkan anak tersebut menjadi manusia yang bisa menjaga dirinya sendiri sehingga jelas sekali nilai-nilai keagamaa dalam pendidikan seks bagi remaja itu sangat penting Rumusan masalah pada penelitian ini adalah : 1. Apa nilai-nilai keagamaan yang ditanamkan orangtua terhadap remaja dalam mencegah pergaulan bebas? 2. Bagaimana pola komunikasi interpersonal orang tua terhadap remaja dalam memberikan pendidikan seks? 3. Apa faktor penghambat dan pendukung komunikasi orang tua dan remaja dalam pendidikan seks? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Jadi, penelitian hanya menggambarkan atau menjabarkan kejadian yang terjadi dilapangan. Sedangkan teknik pengumpulan datanya dengan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulakan bahwa: Nilai-nilai keagamaan yang ditanamkan para orang tua terhadap remaja adalah, akidah, syari’at, dan akhlak. Adapun pola komunikasi interpersonal yang dilakukan oleh para orang tua dan remaja berlangsung 2 cara, secara verbal; menasehati dan memberi contoh. Sedangkan secara nonverbal keterbukaan dan pembiasaan. Adapun 3 faktor pendukung komunikasi orang tua dan remaja dalam pendidikan seks yaitu: 1. Adanya kepekaan sosial antara orang tua terhadap remaja. 2. Kemampuan intelektual yang dimiliki para orang tua sebagai pendidik. 3. Integritas dan perilaku orang tua sebagai komunikator dalam aktifitas sehari-hari. Adapun 3 faktor penghambat dalam komunikasi orang tua dan remaja dalam pendidikan seks yaitu : 1. Perbedaan persepsi antara remaja dan orangtua. 2. Kurangnya kredibiltas orangtua terhadap remaja. 3. Adaya prasangka buruk orangtua terhadap remaja.</note>
<classification>2x7.34</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI KPI 699</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI KPI 699</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI KPI 699</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>23200</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-04-21 14:17:24</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-04-21 14:17:47</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>