<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="23128">
<titleInfo>
<title>Qana'ah dalam Perspektif Syekh Nawawi Al-Bantani dalam Tafsir Marah Labid</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Dede Rujhan</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"></placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2020</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xxii + 70 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>ana‘ah menurut bahasa berarti merasa cukup. Sedangkan menurut istilah, qana‘ah berarti sikap rela menerima dan merasa cukup atas apa yang telah di berikan Allah Swt. sehingga mampu menjauhkan diri dari sikap tamak, serakah, tidak puas dan perasaan kurang. Qana‘ah adalah ridha dengan rezeki yang dibagi oleh Allah, merasa cukup meskipun sedikit, dan tidak mengejar kekayaan dengan cara meminta-minta kepada manusia dengan mengemis. Dengan demikian berdasarkan pembahasan diatas memotivasi penulis untuk dapat membahas lebih lugas tentang makna qonaah secara kontekstual menurut Syekh Nawawi Al�Bantani. Maka perumusan masalahnya adalah : 1. Bagaimana pengertian qana‘ah menurut Syekh Nawawi Al-Bantani? 2. Bagaimana relevansi penafsiran Syekh Nawawi Al-Bantani tentang pemahaman qana‘ah dalam tafsir&#62; mara&#62;h} labi&#62;d dengan kondisi saat ini? Tujuan penelitian : 1. Untuk mengetahui qana’ah menurut penafsiran Syekh Nawawi Al-Bantani. 2. Untuk mengetahui relevansi penafsiran Syekh Nawawi Al-Bantani tentang pemahaman qana‘ah dalam tafsi&#62;r mara&#62;h} labi&#62;d dengan konteks kekinian. Adapun dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode analisis deskriptif. Yaitu : melakuakan pengamatan pada tafsi&#62;r karya Syekh Nawawi Al�Bantani juga kitab-kitab karangan Syekh Nawawi lainnya. Syekh Nawawi Al-Bantani dalam tafsirnya Mara&#62;h} Labi&#62;d menerangkan bahwa qana‘ah adalah ridha dengan apa yang telah diberikan Allah kepadanya tanpa mempersoalkan banyak atau sedikit, baik atau tidak baik, sesuai atau tidak sesuai dan sebagainya. Berdasarkan penafsiran Syekh Nawawi Al-Bantani tentang qana‘ah dalam tafsi&#62;r mara&#62;h} labi&#62;d dan juga kitab – kitab karya Syekh Nawawi yang lainnya sangat relevan jika dikaitkan denga kontek kekinian, karena faktanya saat ini semakin banyak manusia khususnya umat islam yang jiwanya jauh dari Allah swt, tidak puas dengan apa yang telah Allah berikan.</note>
<classification>2x1.3</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI IAT 393</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI IAT 393</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI IAT 393</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>23128</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-04-13 14:09:10</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-04-13 14:09:24</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>