<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="23121">
<titleInfo>
<title>Model Fashion dalam Perspektif Al-Qur’an (Studi Penafsiran Fazlur Rahman)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Aprilia Dwi</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"></placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2022</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xxi + 86 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Tabarruj dalam Al-Qur‟an adalah tingkah laku wanita yang memperlihatkan perhiasan dan keindahan tubuhnya yang dapat menimbulkan daya tarik lawan jenis, atau dengan hiasan yang dibuat-buat. Kadangkala, seorang wanita bisa mengenakan perhiasan namun tidak termasuk bertabarruj, itu terjadi jika perhiasannya tergolong biasa, tidak mengundang perhatian. Larangan tabarruj bukan berarti larangan berhias secara mutlak. Akan tetapi, larangan tabarruj berarti larangan bagi kaum wanita untuk berhias dengan cara yang dapat menarik perhatian laki-laki, sebab bertabarruj adalah menampakkan perhiasan dan keindahan kepada lelaki non mahram. Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian adalah: 1.) Bagaimana pengertian dan perkembangan teori Double Movement?, 2.) Bagaimana yang dimaksud dengan tabarruj?, 3) Bagaimana kontekstualisasi tabarruj menurut teori double movement Fazlur Rahman? Tujuan masalah dalam penelitian ini adalah: , 1. 1.) untuk mengetahui pengertian dan perkembangan teori double Movement Fazlur Rahman, 2.) untuk memahami tabarruj dalam Al-Qur‟an 3.) untuk mengetahui kontekstualisasi tabarruj di era sekarang Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (research library) dan analisis isi dan dengan teori double movement. Sumber data Primer dalam penelitian ini adalah buku-buku Yang memuat penjelasan tentang teori double movement, khususnya buku islam dan modernitas. Sedangkan sumber sekunder adalah buku-buku yang berkaitan dengan tema pembahasan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa dengan ideal moral larangan ayat tabarruj yang demikian, maka jika dibawa untuk konteks sekarang masih relevan. Perempuan muslimah diajarkan untuk menjadi pribadi yang sederhana, tidak berlebihan dalam mengenakan pakaian.</note>
<classification>2x1.3</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI IAT 391</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI IAT 391</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI IAT 391</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>23121</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-04-13 11:56:18</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-04-13 11:56:36</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>