<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="23097">
<titleInfo>
<title>Setan Menurut Syekh Nawawi Al-Bantani (Kajian Tafsir Marah Labid)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Erwin Herdiansyah</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"></placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2021</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xix + 72 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Skripsi ini berjudul, Setan Menurut Syekh Nawawi Al-Bantani (Kajian Tafsir Marah Labid). Penelitian ini fokus pada bagaimana konsep pemaknaan/penafsiran Syekh Nawawi Al-Bantani dalam menafsirkan ayat-ayat setan, serta metode dan pendekatan apa yang digunakan Syekh Nawawi Al-Bantani dalam pemaknaan setan Dalam penelitian ini penulis menggunakan jenis library research yaitu mencari data dari berbagai macam buku, kitab dan lain-lainnya untuk diklasifikasikan menurut materi yang dibahas. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang meliputi bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah analisis data atau bahan pustaka yang merujuk pada ayat-ayat terkait. Pemikiran Syekh Nawawi Al-Bantani terkait setan dalam Al-Quran dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut. pemaknaan setan adalah sifat dan pelaku kejahatan atau keburukan dari jenis manusia dan jin, metode dan pendekatan yang digunakan “Tahlili” dengan corak tafsir al-Adab al-Ijtima’I, dan pendekatan yang digunakan adalah bahasa, yaitu meliputi segi I’rab dan harakat bacaannya, pembentukan kata, susunan kalimat, kesusasteraan, serta melibatkan ilmu balaghah, makna-makna al-Qur’an menjadi semakin kaya akan warnanya</note>
<classification>2x1.3</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI IAT 390</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI IAT 390</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI IAT 390</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>23097</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-04-12 10:06:16</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-04-13 11:24:24</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>