<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="23084">
<titleInfo>
<title>Pernikahan Online Pada masa Darurat Pandemi Covid-19 Perspektif Hukum Islam</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Alvi Aprian</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Serang Banten</placeTerm></place>
<publisher>Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten</publisher>
<dateIssued>2021</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>21,5cm, 28cm, 75 hlm</extent>
</physicalDescription>
<note>Pandemi global COVID-19 melahirkan problematika baru bagi negara dan bangsa khususnya mengenai bagaimana upaya negara untuk mencegah dan menghentikan penyebaran virus ini agar tidak semakin meluas. Vaksin sosial seperti kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan lockdown pun dilakukan oleh negara-negara sebagai respon dari situasi darurat ini. Vaksin sosial ini berdampak terhadap banyak hal baik pekerjaan maupun kegiatan sehari-hari, tidak terkecuali berdampak terhadap akad pernikahan. Berdasarkan latar belakang diatas maka didapat rumusan masalah adalah: 1. Bagaimana hukum ijab qobul di masa darurat pandemi COVID-19? 2. Bagaimana saksi pernikahan melaui media online menurut pandangan hukum Islam dimasa pandemi COVID-19? 3. Bagaimana proses pernikahan melalui media online tanpa Pegawai Pencatat Nikah (P2N)? Tujuan penelitian dalam tugas akhir ini yaitu: 1. Untuk mengetahui hukum ijab qobul di masa darurat pandemi COVID-19. 2. Untuk mengetahui pandangan hukum Islam di masa pandemi COVID-19 tentang saksi pernikahan melaui media online. 3. Untuk mengetahui proses pernikahan melalui media online tanpa Pegawai Pencatat Nikah (P2N). Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan atau (Library Research) dimana penulis melakukan pengumpulan data dengan cara membaca dan menganalisis, setelah itu penulis membuat suatu kesimpulan terhadap penelitian yang penulis lakukan. Kesimpulan, perkawinan melalui media online pada masa COVID- 19 untuk alternatif pencegahan penularannya sah menurut hukum Islam. Persaksian saksi dalam pernikahan media online sekalipun tidak saling berhadapan dalam prosesi akad nikah hanya melalui audio visual dinyatakan sah menurut hukum Islam. Ketidakhadiran pegawai pencatat nikah (P2N) dalam prosesi pernikahan media online tidak mempengaruhi keabsahan pernikahan melalui teleconference hanya saja penanda-tanganan akta nikah kedua mempelai dapat dilakukan dikemudian hari</note>
<subject authority=""><topic>Pernikahan Online</topic></subject>
<classification>SKRIPSI HKI 224</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI HKI 224</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI HKI 224</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI HKI 224</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>23084</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-03-22 11:15:09</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-03-22 11:15:25</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>