Detail Cantuman Kembali

XML

Penerapan Teknik Psikodrama untuk mengatasi Inner Child pada orang dewasa awal di Ponpes Al-Hidayah Kecamatan Ciomas Kabupaten Serang


, Program Studi Bimbingan Konseling Islam, Fakultas Dakwah, Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Inner child merupakan fenomena yang dialami oleh individu sebagai respon terhadap luka batin yang ia terima saat waktu masa perkembangannya dan ini akan berdampak kepada masa perkembangan selanjutnya, karena adanya kebutuhan yang tidak terpenuhi, di Pondok Pesantren Al-Hidayah terdapat beberapa orang dewasa awal yang teridentifikasi memiliki inner child. Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, perumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1). Bagaimana gejala inner child pada orang dewasa awal di Ponpes Al-Hidayah? 2). Bagaimana efektivitas penerapan psikodrama dalam mengatasi inner child pada orang dewasa awal? Adapun tujuan penelitian yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah: 1). Untuk mengetahui gejala inner child pada orang dewasa awal di Ponpes Al-hidayah, 2) Untuk mengetahui efektivitas penerapan psikodrama dalam mengatasi inner child pada orang dewasa awal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Dalam pengumpulan data, saya menggunakan teknik observasi, wawancara, dan analisis data. Penelitian ini dilakukan di Pondok Pesantren AL-Hidayah, Desa Pondokkahuru, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang, Provinsi Banten yang dilakukan dari bulan September 2020 sampai bulan Maret 2021 dengan objek penelitian sebanyak lima orang dewasa awal yang mengalami inner child. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan: Pertama kondisi psikologis lima orang dewasa awal yakni AM, KA, AH, FL dan SJ di Ponpes Al-Hidayah Ciomas yang mengalami inner child meliputi: tidak berani mengambil peran, pemurung, menangis, kurangnya motivasi hidup, kurang sadarnya amanah dan susah untuk bersosialisasi. Kedua konseling menggunakan teknik psikodrama yang meliputi perencanaan, asesmen, treatment dan terakhir evaluasi. Proses konseling ini berjalan selama lima kali pertemuan. Dari lima orang klien yang memiliki enam gejala inner child tersebut, gejala sosialisasi adalah gejala yang paling berat karena dialami oleh lima orang tersebut dan gejala paling ringan yang dialami oleh lima orang tersebut adalah menangis. Hasil penerapan dari teknik psikodrama ini dapat mengatasi enam gejala tersebut kepada konseli, gejala yang paling mudah diatasi adalah kesadaran tentang amanah dan yang berat adalah mengajak untuk bersosialisasi namun seiring berjalannya proses konseling gejala-gejala tersebut dapat diatasi dengan teknik psikodrama ini.
Syaiful Robiyana - Personal Name
SKRIPSI BKI 535
SKRIPSI BKI 535
Text
Indonesia
Fakultas Dakwah Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten
2021
Serang Banten
21.5cm, 28cm, 108hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...