<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="21198">
<titleInfo>
<title>Tinjauan hukum Islam terhadap larangan pernikahan semarga pada masyarakat muslim Mandailing (Studi kasus Desa Muara Mais Kecamatan Tambangan Kabupaten Mandailing Natal Provinsi Sumatra Utara)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Nurjannah</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Serang Banten</placeTerm></place>
<publisher>Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten</publisher>
<dateIssued>2020</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>21,5cm, 28cm, 97 hlm</extent>
</physicalDescription>
<note>Perkawinan bagi masyarakat manusia bukan sekedar acara persetubuhan antara jenis kelamin yang berbeda sebagaimana makhluk ciptaan Allah lainnya, akan tetapi perkawinan bertujuan untuk membentuk keluarga yang berbahagia dan kekal, bahkan dalam masyarakat adat bahwa perkawinan itu bertujuan untuk membangun,membina, dan memelihara hubungan keluarga serta kekerabatan yang rukun dan damai. Perumusan masalahnya adalah: Bagaimana Asal Usul marga dalam Adat Mandailing? Bagaimana pandangan Ulama dan tokoh Adat terhadap Perkawinan satu marga? Bagaimana pandangan Hukum Islam Terhadap Perkawinan satu marga? Tujuan penelitian ini adalah: untuk mengungkapkan secara jelas sesuatu yang hendak dicapai ada penelitian yang akan dilakukan. Dari pemahaman tersebut, maka tujuan penelitian ini adalah alasan apa yang mendasari laranagn perkawinan satu marga dalam masyarakat adat Mandailing didesa Muara Mais. Untuk dapat mengetahui bagaimana gambaran tradisi perkawinan dalam adat Mandailing di desa Muara Mais. Untuk menegtahui bagaimana perkawinan semarga dalam persepektif hukum Islam. Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian lapangan. Dan merupakan penelitian dengan metode kualitatif, seluruh data dianalisis secara deduktif analisis. Kesimpulan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pernikahan satu marga dilarang karena pada dasarnya orang-orang semarga adalah keturunan dari seorang kakek yang sama sehingga dapat merusak pertuturon (hubungan tegur sapa), oleh karena itu mereka dianggap sebagai orang-orang yang sedarah. Namun jika dilihat dari segi hukum Islam, baik didalam kitab-kitab Fiqh, Undang-Undang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam tidak ada sebuah aturan yang mengatur tentang perkawinan satu marga.</note>
<subject authority=""><topic>Pernikahan Semarga</topic></subject>
<classification>SKRIPSI HKI 150</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI HKI 150</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI HKI 150</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI HKI 150</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>21198</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-02-16 14:19:53</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-02-16 14:20:27</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>