<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="20717">
<titleInfo>
<title>Penanganan kemiskinan di Desa Sangiang Kecamatan Mancak Kabupaten Serang (Studi tentang program pelatihan keterampilan tata boga perempuan rawan sosial ekonomi Dinas Sosial Kabupaten Serang)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>CAHYATI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Serang Banten</placeTerm></place>
<publisher>Fakultas Dakwah UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten</publisher>
<dateIssued>2019</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>21.5cm, 28cm, 93hlm</extent>
</physicalDescription>
<note>Kemiskinan merupakan masalah mendasar karena menyangkut kehidupan dan penghidupan penduduk. Kemiskinan identik dengan ketidakberdayaan, terisolasi, minimnya akses pendidikan, pekerjaan, kesehatan, sarana dan prasarana lingkungan, tempat tinggal dan kerentanan. Penduduk miskin menurut Badan Pusat Statistik Provinsi Banten pada tahun 2017 berjumlah 675.04 juta jiwa dari jumlah penduduk 12.448.160. Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Serang 69,11 ribu jiwa dari 1.493.591 jiwa pada tahun 2017. Program Perempuan Rawan Sosial Ekonomi (PRSE) merupakan program pemberdayaan perempuan, Perempuan Rawan Sosial Ekonomi adalah seorang perempuan berusia 18 - 59 tahun, merupakan istri yang ditinggal suami tanpa kejelasan, menjadi pencari nafkah utama keluarga dan berpenghasilan kurang atau tidak mencukupi kebutuhan hidup layak. Dinas Sosial Kabupaten Serang berupaya mengambil langkah-langkah untuk menangani permasalahan-permasalahan sosial termasuk penanganan fakir miskin. Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana Dinas Sosial Kabupaten Serang menangani kemiskinan? 2) Apa saja faktor pendukung dan penghambat Program Pelatihan Keterampilan Tata Boga Perempuan Rawan Sosial Ekonomi (PRSE). 3) Bagaimana penerima bantuan Dinas Sosial Kabupaten Serang menilai Program Pelatihan Keterampilan Tata Boga Perempuan Rawan Sosial Ekonomi (PRSE)? Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan: 1) Bagaimana Dinas Sosial Kabupaten Serang menangani kemiskinan di Kabupaten Serang. 2) Apa saja faktor pendukung dan penghambat Program Pelatihan Keterampilan Tata Boga Perempuan Rawan Sosial Ekonomi (PRSE). 3) Bagaimana penerima bantuan Dinas Sosial Kabupaten Serang menilai Program Pelatihan Keterampilan Tata Boga Perempuan Rawan Sosial Ekonomi (PRSE). Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif yaitu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata atau lisan dari orang-orang yang ditemui dan perilaku yang diamati. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut: 1) Dinas Sosial kabupaten Serang menangani kemiskinan salah satunya melalui program Pelatihan Keterampilan Tata Boga Perempuan Rawan Sosial Ekonomi. 2) Faktor pendukung dalam pelaksanaan program Pelatihan Keterampilan Tata Boga Perempuan Rawan Sosial Ekonomi yaitu: a) Kuatnya komitmen Dinas Sosial Kabupaten Serang untuk memberdayakan perempuan rawan sosial ekonomi di Kabupaten Serang melalui Program Pelatihan Keterampilan PRSE; b) Adanya kerjasama antar Dinas Sosial dengan pihak kecamatan dan desa untuk memberdayakan perempuan rawan sosial ekonomi di Kabupaten Serang melalui Program Pelatihan Keterampilan Tata Boga PRSE; c) Adanya respon positif dari masyarakat Desa Sangiang dalam melaksanakan program Pelatihan Keterampilan Tata Boga PRSE; d) Adanya orientasi masa depan untuk berwirausaha bagi penerima bantuan. Sedangkan faktor penghambatnya yaitu: a) Adanya kepentingan pribadi dari pihak desa yang memanfaatkan kedudukan, contohnya adanya peserta penerima bantuan yang bukan termasuk PRSE; b) Kurangnya verifikasi dari pihak Dinas Sosial Kabupaten Serang terhadap calon penerima bantuan; c) Kurang konsistennya masyarakat dalam melaksanakan program Pelatihan Keterampilan Tata Boga Perempuan Rawan Sosial Ekonomi. 3) Dari kegiatan Pelatihan Keterampilan Tata Boga PRSE masyarakat menilai bahwa mereka merasa puas karena program ini juga telah membantu meningkatkan hasil pendapatan mereka dan ilmu yang didapatkan sangat bermanfaat bagi mereka.</note>
<subject authority=""><topic>Penanganan Kemiskinan</topic></subject>
<classification>SKRIPSI PMI 25</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI PMI 25</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI PMI 25</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI PMI 25</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>20717</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-03-04 11:29:04</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-03-04 11:29:20</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>