<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="20678">
<titleInfo>
<title>Zina di dalam Al Quran</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Hafas Ali</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Serang Banten</placeTerm></place>
<publisher>FAKULTAS USHULUDDIN DAN ADAB UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN MAULANA HASANUDDIN BANTEN</publisher>
<dateIssued>2019</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>21.5cm, 28cm, 185hlm</extent>
</physicalDescription>
<note>Perselingkuhan, seks bebas - zina - adalah permasalahan sosial yang berumur setua usia manusia itu sendiri. Banyak cerita tentang kehancuran tatanan sosial, kehancuran rumah tangga, bahkan revolusi sebuah Negara disebabkan oleh penyimpangan seks ini. Satu penjelasan yang bisa dikatakan sebagai salah satu jawabanya adalah seks sendiri adalah kebutuhan dasar manusia. Ketika hubungan dasar itu tidak dipenuhi sebagaimana mestinya, tentu akan mencari pelampiasan di tempat yang tidak semestinya. Berdasarkan penjelasan latar belakang di atas penulis mencoba merumuskan beberapa masalah, di antaranya :1.Bagaimana pendapat para ulama tentang : Hukuman pelaku pezina, Hukum menikahi pelaku pezina dan Status anak dari perzinaan. 2. Bagaimana penafsiran Sayyid Quṭb tentang ayat-ayat Zina di Tafsir Fī Ẓilāl Al-Qurʻān? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1. Untuk mengetahui peendapat ulama tentang Hukuman bagi pelaku Zina baik laki-laki atau perempuan, Hukum menikahi pelaku Zina baik laki-laki atau perempun, Status anak dari perzinaan atau diluar nikah. 2. Untuk mengetahui penafsiran Sayyid Quṭb tentang ayat-ayat Zina di dalam Alquran di Tafsir Fī Ẓilāl Al-Qurʻān Adapun metode yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah penelitian kualitatif dengan format metode deskriptif-analisis. Penulis menggunakan kepustakaan (library research). Dengan langkah-langkah sebagai berikut, pertama menggunakan data primer dan kedua data sekunder. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa: 1. Sayyid Qut dalam tafsiranya mengkaitkan perzinaan dengan unsur pembunuhan, 2. Hukuman bagi pelaku zina terbagi dua yang sudah menikah di rajam sampai mati dan yang belum menikah di dera 100 kali, 2. Para ulama membolehkan menikahi pezina dengan syarat sudah bertaubat, terkeculai Imam Hambali tidak membolehkan 3. Anak dari perzinaan sama seperti yang lain hanya saja nasabnya ke ibu dan keluarga ibunya.</note>
<subject authority=""><topic>Zina dalam Al Quran</topic></subject>
<classification>SKRIPSI IAT 290</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI IAT 290</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI IAT 290</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI IAT 290</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>20678</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-03-02 10:20:29</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-03-02 10:20:49</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>