<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="20444">
<titleInfo>
<title>Kegunaan Hadis Ḍa'īf dalam perspektif Imām Aḥmad Ibn Ḥanbal dan Imām Abū Dāwūd</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Falahiyah</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Serang Banten</placeTerm></place>
<publisher>FAKULTAS USHULUDDIN DAN ADAB UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN MAULANA HASANUDDIN BANTEN</publisher>
<dateIssued>2019</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>21.5cm, 28cm, 155hlm</extent>
</physicalDescription>
<note>Hadis terbagi menjadi tiga bagian, yaitu: hadis ṣahih, ḥasan dan ḍa‘īf. Hadis ṣahih dan hadis ḥasan adalah hadis yang sudah diketahui akan kebenarannya meskipun dalam hadis ḥasan kekuatannya lebih rendah di bawah hadis ṣahih, karena pada hadis ḥasan hanya kurang dalam masalah ke-dhabitan-nya. Namun dalam hadis ḍa‘īf menjadi perdebatan para ulama akan masalah pemakaiannya ataupun periwayatannya. Ada ulama yang melarang memakai hadis ḍa‘īf, dan juga ada yang membolehkan memakainya. Imām Aḥmad ibn Ḥanbal dan Imām Abū Dāwūd, adalah dua di antara ulama mujtahid yang menggunakan hadis ḍa‘īf, akan tetapi mereka mempunyai alasan masing-masing mengenai masalah hadis ḍa‘īf. Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah dalam skripsi ini adalah: 1. Bagaimana kegunaan hadis ḍa‘īf menurut para ulama 2. Bagaimana kegunaan hadis ḍa‘īf menurut Imām Aḥmad Ibn Ḥanbal dan Imām Abū Dāwūd? 3. Bagaimana komparasi antara Imām Aḥmad Ibn Ḥanbal dan Imām Abū Dāwūd tentang hadis ḍa‘īf ? Adapun tujuan dari penelitian ini adalah: Untuk mengetahui kegunaan hadis ḍa‘īf menurut para ulama,Untuk mengetahui kegunaan hadis ḍa‘īf menurut Imām Aḥmad Ibn Ḥanbal dan Imām Abū Dāwūd, Untuk mengetahui komparatif antara Imām Aḥmad Ibn Ḥanbal dan Imām Abū Dāwūd tentang hadis ḍa‘īf. Metode yang digunakan dalam skripsi ini adalah metode penelitian kepustakaan dengan metode perbandingan antara masalah satu dengan masalah yang lain. Hasil dari penelitian ini adalahberdasarkan kesepakatan para ulama hadis, tidak diperbolehkan mengamalkannya baik dalam penetapan hukum-hukum, akidah maupun faḍail al-a’mal. Sedangkan menurut Imām Aḥmad Ibn Ḥanbal dan Imām Abū Dāwūd hadis ḍa‘īf itu boleh digunakan selagi hadis itu tidak terlalu parah keḍa‘īfannya dan tidak ada hadis lain yang menerangkannya.</note>
<subject authority=""><topic>Hadis Da'if</topic></subject>
<classification>SKRIPSI IH 22</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI IH 22</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI IH 22</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI IH 22</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>20444</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-02-10 09:17:19</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-02-10 09:17:33</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>