<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="19696">
<titleInfo>
<title>Akulturasi Etnis Bugis Banten pada Tradisi Tudang Peni dalam Perspektif Komunikasi Antarbudaya (Studi kasus di Kampung Baru Bugis, Karangantu, Kec. Kasemen – Kota Serang)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Agung Fajar Risnanto</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Serang Banten</placeTerm></place>
<publisher>Fakultas Dakwah Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten</publisher>
<dateIssued>2019</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>21.5cm, 28cm, 91hlm</extent>
</physicalDescription>
<note>Komunikasi antarbudaya adalah proses negoisasi atau pertukaran sistem simbolik yang membimbing perilaku manusia, dan membatasi mereka dalam menjalankan fungsinya sebagai kelompok. Kampung Baru Bugis adalah Kampung yang terletak di Karangantu, Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen – Kota Serang. Dilihat dari aspek kesukuannya, fenomena kependudukan di Kelurahan Banten sangat heterogen. Suku jawa, Madura, Sunda, China, Batak, dan populasi mayoritas adalah Suku Bugis. Ini mengakibatkan percampuran budaya di dalam kehidupan suatu daerah. Hal ini menjadi menarik dalam melatarbelakangi penulis untuk membahasnya. Penulis memfokuskan penelitian ini pada Etnis Bugis dan Masyarakat Banten. Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1). Bagaimana pola komunikasi antarbudaya Etnis Bugis dengan Masyarakat Banten? 2). Bagaimana Etnis Bugis mempertahankan dan memelihara identitas kebudayaan mereka? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi antarbudaya Etnis Bugis dengan Masyarakat Banten. Untuk mengetahui cara Etnis Bugis mempertahankan dan memelihara identitas kebudayaan mereka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode ethnografi yang bersifat deskriptif. Penelitian deskriptif ini bertujuan untuk memahami sudut pandang hidup penduduk asli. Sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun hasil penelitian yang sudah dilakukan, menyatakan bahwa : 1). Pola komunikasi antarbudaya Etnis Bugis dengan Masyarakat Banten menggunakan beberapa pola komunikasi, seperti komunikasi primer, sirkular, linier dan pola komunikasi dinamis. Akan tetapi komunikasi antarbudaya Etnis Bugis dengan Masyarakat Banten yang lebih cenderung digunakan ialah pola komunikasi dinamis dan linier, karena menyatukan perpaduan antarbudaya sehingga menghasilkan budaya baru. Dan juga yaitu dengan tatap muka dan berinteraksi secara langsung, karena dengan ruang lingkup yang sama. 2). Etnis Bugis dalam mempertahankan dan memelihara kebudayaanya adalah dengan cara melestarikannya dalam setiap moment atau setiap aktifitas keseharian. Misalkan dalam moment adat perkawinan, adat pengajian, seperti barzanzi, khususnya adat Tudang Peni.</note>
<subject authority=""><topic>Akulturasi Etnis</topic></subject>
<classification>SKRIPSI KPI 558</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI KPI 558</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI KPI 558</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI KPI 558</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>19696</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-12-02 13:37:30</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-12-02 13:37:45</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>