<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="18850">
<titleInfo>
<title>Ghaflah Dan Sahwan Dalam AlquranPerspektif Wahbah Mustafa Al-Zuhaili(Studi Tafsir Al-Munīr)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Gina Dwi Minarti</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Serang Banten</placeTerm></place>
<publisher>FAKULTAS USHULUDDIN DAN ADAB UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN MAULANA HASANUDDIN BANTEN</publisher>
<dateIssued>2019</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Nama: Gina Dwi Minarti, NIM: 153200322,Skripsi dengan Judul: Ghaflah Dan Sahwan Dalam AlquranPerspektif Wahbah Mustafa Al-Zuhaili(Studi Tafsir Al-Munīr). Alquran sering sekali menyebut penyakit batin, qalbu (hati), salah satunya adalah lalai,yang pada dasarnya manusia memiliki sifat pelupa ataupun lalai dalam bertindak. Lalai merupakan lawan dari kata dzikir, sehingga Allah menjadikan dzikir sebagai tanda iman, sedangkan lalai sebagai tanda munafik dan kufur. Sikap lalai sama sekali tidak memberikan manfaat malah membahayakan dan membinasakan. Penyebutan kata lalai dalam Alquran disebutkan dengan berbagai macam term. Seperti ghaflah dan sahwan. Dari sinilah penulis memfokuskan diri pada kata lalai dengan menggunakan term ghaflah dan sahwan, sehingga dapat diketahui makna masingmasing term tersebut. Dari latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam karya tulis ini adalah sebagai berikut : 1). Bagaimana makna danderivasi kata ghaflah dan sahwandalamAlquran?.2). Bagaimana penafsiran antara makna ghaflah dan sahwan menurut Wahbah Mustafa Al-Zuhaili? Adapun tujuan penelitian ini yaitu: 1). Untuk mengetahui makna dan derivasi kata ghaflah dan sahwan dalam Alquran. 2). Untuk mengetahui penafsiranantara makna ghaflah dan sahwan menurut Wahbah Mustafa Al-Zuhaili. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif atau kepustakaan (libraryresearch). Yaitu dengan mengumpulkan data-data dan buku-buku karya Ulama. Dari beberapa permasalahan di atas dapat disimpulkan bahwa: 1). Ghaflahdalam Alquran yang berarti lalai, lupa dan lengah. Bahwa ghaflah orang-orang yang sombong berpaling dan tidak mau memperhatikan tanda-tanda kebesaran Allah dan mengingkari adanya hari pembalasan. Kata ghaflah dalam Alquran terdapat 35 kata dalam 21 surat, yaitu : Aghfalnā, taghfulūna, bi-ghāfilin, ghāfilan, ghāfilūna, ghāfilīna, ghāfilātin, dan ghaflah. Sedangkan sahwan artinya lupa atau melupakan. Yakni seseorang yang hatinya menuju kepada yang lain, sehingga akhirnya ia melalaikan tujuan pokoknya. Kata sahwanatau kata yang seasalnya yaitu sāhūn dalam Alquran hanya terdapat 2 kata dalam 2 surat yang keduanya bermakna ancaman, yang pertama dalam surat al- Żāriyāt ayat 11 yaitu lalai dalam menjalani kehidupan dunia, sehingga melupakan akhirat. Sedangkan di dalam surat Al-Mā‟ūn ayat 5, kata “sāhūn” bermakna lalai dalam shalat. 2). Menurut Wahbah al-Zuhaili kata alghaflatu aslinya bermakna tidak mengingat sesuatu, maksudnya disini sikap acuh tak acuh dan berpaling. Yang dimaksud adalah lalai terhadap hisab dan tidak mau memikirkan kesudahan yang pasti. Sedangkan penafsiran ayat sāhūn pada surah aż-Żāriyāt ayat 11 yaitu orang-orang yang berada dalam kebodohan yang tenggelam dalam kekufuran dan keragu-raguan hingga lalai dari apa yang diperintahkan dan dari apa yang akan mereka hadapi kelak yaitu hari kebangkitan (ba’ṡ). Sedangkan pada surah Al-Mā’ūn ayat 5 maknanya yaitu ancaman untuk orang-orang yang mengakhirkan shalat dari waktu yang ditentukan atau menunaikannya dengan sedikit perhatian maksudnya lalai terhadap esensi dan tujuan shalat. Tetapi juga lalai disini karena shalat yang dilakukan tidak berpengaruh terhadap kehidupannya. Kata kunci :Ghaflah, Sahwan, Alquran.</note>
<subject authority=""><topic>Ghaflah dan Sahwan</topic></subject>
<classification>SKRIPSI IAT 278</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI IAT 278</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI IAT 278</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI IAT 278</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>18850</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-10-30 09:08:40</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-10-30 09:08:55</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>