<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="17867">
<titleInfo>
<title>Model-model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru edisi kedua(Seri Manajemen Sekolah Bermutu)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Rusman</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Jakarta.</placeTerm></place>
<publisher>PT Raja Grafindo Persada</publisher>
<dateIssued>2016</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition>cet.6</edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>24 cm, 15.5 cm, 418+xvi hlm.</extent>
</physicalDescription>
<note>Pengembangan Model-model Pembelajaran merupakan suatu keniscayaan yang harus dipersiapkan dan dilakukan guru dalam kegiatan pembelajaran. Hal ini dikarenakan setiap siswa memiliki tipe interest yang berbeda-beda dalam menerima materi pelajaran yang disampaikan guru. Siswa ada yang memiliki tipe auditif, yaitu senang mendengarkan penjelasan dari guru, tipe visual, yaitu senang belajar melalui melihat dengan perantara media pembelajaran, dan ada siswa yang tipe kinestetik, yaitu senang belajar melalui pengalaman langsung. Oleh karena itu, guru harus mampu mengembangkan model-model pembelajaran secara bervariasi agar bervariasi agar menyentuh semua interest individu siswa.
Kegiatan pembelajaran dapat dilakukan secara klasikal, tetapi sentuhan guru harus tetap individual. tugas guru bukan semata-mata mengajar (teacher centered), tetapi lebih pada membelajarkan siswa (Children centered). Belajar pada hakikatnya adalah proses interaksi terhadap semua situasi yang ada disekitar individu siswa. Belajar merupakan suatu proses yang diarahkan pada pencapaian tujuan dan proses berbuat melalui berbagai pengalaman belajar yang dipersiapkan dan dilakukan guru. Oleh karena itu, pembelajaran harus mengaktifkan siswa, menyenangkan, sarat nilai, dan bermakna bagi kehidupan siswa.</note>
<subject authority=""><topic>Pembelajaran, Profesianalisme, guru.</topic></subject>
<classification>371.3</classification><identifier type="isbn">9789797694609</identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>U 371.3 RUS m</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">023353</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library (371.3)</sublocation>
<shelfLocator>U 371.3 RUS m</shelfLocator>
</copyInformation>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">029717</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library (371)</sublocation>
<shelfLocator>U 371.3 RUS m</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>17867</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-09-02 14:52:23</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-03-30 10:54:24</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>