<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="17850">
<titleInfo>
<title>Sejarah Kesultanan Sintang (kabupaten Sintang Kalimantan Barat )</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Ita Syamtasiyah</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>HD. Zainuddin</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Lukman Jabbar</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Jakarta.</placeTerm></place>
<publisher>puslitbang lektur dan khazanah keagamaan</publisher>
<dateIssued>2017</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>21 cm, 14.5 cm, 157+vi hlm.</extent>
</physicalDescription>
<note>Kesultanan Sintang merupakan lanjutan dari sebuah kerajaan yang berpusat di Desa Tabelian Nanga Sepauk - 50 km dari kota Sintang. Terbentuknya Kerajaan Nangan Sepauk bermula dari kedatangan Aji Melayu, seorang tokoh penyebar agama Hindu dari Tanah Balang, disemenanjung Malaka, ada pula yang menagatakan Aji Melaka datang dari Jawa. Tetapi yang jelas bahwa Aji Melayu adalah salah seorang pembawa dan penyebar agama dan kebudayaan hindu.
Pada masa pemerintahan Sultan Nata, kesultanan Sintang banyak mengalami kemajuan pesat. Pada masa itu dimulainya pertama kali pembangunan masjid kesultanan yang letaknya  bersebelahan denganista Kesultanan Sintang, meskipun hanya dengan kapasitas 50 orang. Pada masa ini pula, wilayah kekuasaan Kesultanan Sintang meluas hingga ke daerah Ketun gau Hilir dan Ketungau Huku, hingga ke daerah perbatasan Serawak, Kalimantan Tengah dan Melawi.
Pemberitaan Naskah-naskah tidak semuanya dapat dijadikan sebagai data sejarah, dibutuhkan ketelitian untuk membedakan, mana yang dapat dijadikan data sejarah dan mana yang bukan. Interprestasi atau penafsiran sejarah atau disebut juga analisis sejarah. Penelitian tentang sejarah Kesultanan Sintang ini merupakan penelitian sejarah, maka dalam menganalisis sejarah sosial. Historiografi, yang merupakan fase terakhir dalam metode sejarah, yang meliputi cara penulisan, pemaparan atau pelaporan hasil penelitian sejarah yang telah dilakukan.</note>
<subject authority=""><topic>sejarah, Kesultanan.</topic></subject>
<classification>959.8</classification><identifier type="isbn">9786020821283</identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>U 959.8 SYA s</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">022695</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library (959)</sublocation>
<shelfLocator>U 959.8 SYA s</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>17850</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-08-23 10:12:19</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-08-30 08:56:37</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>