<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="16898">
<titleInfo>
<title>Pemberdayaan Perempuan Melalui Kelompok Wanita Tani Maju Makmur Cilegon</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Inda Sulfiana</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Serang Banten</placeTerm></place>
<publisher>Fakultas Dakwah Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten</publisher>
<dateIssued>2019</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Nama: Inda Sulfiana, NIM: 153800058, Judul Skripsi: Pemberdayaan Perempuan Melalui Kelompok Wanita Tani Maju Makmur Cilegon, Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam, Fakultas Dakwah, Tahun 2019/1440 Indonesia merupakan negara agraris namun saat ini di sebagian wilayah sudah berkurang lahan pertaniannya, hal ini disebabkan karena banyaknya industri dan kurangnya sumberdaya manusia. Salah satunya adalah lingkungan di Kelurahan Randakari, banyaknya kawasan industri ini membuat lingkungan di sekitar Kelurahan Randakari menjadi tercemar, lahan pertanian, perkebunan hampir tidak ada, iklim menjadi tidak menentu, gersang dan polusi udara semakin meningkat. Pemerintah tidak hanya berpangku tangan menghadapi hal tersebut, oleh karena itu pemerintah mempunyai program yaitu Program Kampung Iklim (PROKLIM), program tersebut diterapkan di Kelurahan Randakari dengan membuat komunitas yang bernama Program Kampung Ramah Lingkungan (PROKARLING) yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai perubahan iklim, menumbuhkan kemandirian masyarakat dalam melaksanakan adaptasi perubahan iklim dengan melakukan penghijauan dan meningkatkan ketahanan pangan. Berdasarkan tujuan tersebut PROKARLING melibatkan perempuan Kelurahan Randakari untuk diberdayakan agar mampu mengembangkan potensinya, menambah penghasilannya, menambah wawasannya, menambah informasi yang didapatkan melalui program PROKARLING yaitu Kelompok Wanita Tani Maju Makmur. Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana program pemberdayaan perempuan yang diterapkan dalam Kelompok Wanita Tani Maju Makmur? 2) Bagaimana faktor pendukung dan penghambat pemberdayaan perempuan melalui Kelompok Wanita Tani Maju Makmur?. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan: 1) Untuk mengetahui program pemberdayaan perempuan yang diterapkan dalam Kelompok Wanita Tani Maju Makmur. 2) Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat pemberdayaan perempuan melalui Kelompok Wanita Tani Maju Makmur. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif, karena peneliti ingin menggambarkan atau melukiskan objek penelitian berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau sebagaimana adanya. Sedangkan teknik pengumpulan datanya dengan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa: pemberdayaan perempuan melalui Kelompok Wanita Tani Maju Makmur Cilegon memiliki 2 program yaitu: pertama, program 1 RT 1 sayuran dan kedua, pengolahan hasil panen. Terdapat permasalahan sebelum adanya program KWT Maju Makmur yaitu Permasalahan Pendidikan, Ekonomi, Lingkungan dan Sosial. Setelah adanya permasalahan dan mendapatkan solusi tersebut terdapat manfaat yang dirasakan yaitu manfaat Pendidikan, Ekonomi, Lingkungan dan manfaat Sosial. Adapun faktor pendukung dalam pemberdayaan perempuan di kelurahan tersebut adalah: adanya sinergi antara pengurus dan anggota, adanya kerjasama dengan lembaga-lembaga terkait seperti Koperasi Biwara, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian kota Cilegon, CSR dan tersedianya sarana prasarana. Selain faktor pendukung juga terdapat faktor penghambat yaitu, faktor kurangnya kesadaran masyarakat terhadap lingkungan, cuaca yang menyebabakan tanaman terserang penyakit dan hama, hasil panen yang belum memenuhi permintaan pasar, belum memanfaatkan media sosial secara maksimal.</note>
<subject authority=""><topic>Pemberdayaan Perempuan</topic></subject>
<classification>SKRIPSI PMI 11</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI PMI 11</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI PMI 11</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI PMI 11</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>16898</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-05-28 08:29:16</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-05-28 08:29:35</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>