<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="16862">
<titleInfo>
<title>Efektivitas Penerapan Model Connecting, Organizing, Reflecting, Extending (CORE) Terhadap Kemampuan Penalaran Adaptif Matematika</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Farhah Sakhiyah</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Serang Banten</placeTerm></place>
<publisher>Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten</publisher>
<dateIssued>2019</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Farhah Sakhiyah. 152400848. 2019.Efektivitas Penerapan Model Connecting, Organizing, Reflecting, Extending (CORE) Terhadap Kemampuan Penalaran Adaptif Matematika. Pembelajaran yang baik adalah pembelajaran yang dapat membuat siswa aktif dan kreatif dalam mengembangkan pemikirannya. Oleh karena itu, perlu adanya perubahan dalam proses pembelajaran yang dapat memfasilitasi siswa untuk mampu berbuat dan melakukan sesuatu. Selain itu, penerepan model pembelajaran dapatmembantu siswa dalam mempelajari materi sesuai dengan aslinya. Salah satu yang dapat dilaksanakan, yaitu menggunakan modelConnecting, Organizing, Reflecting, Extending (CORE). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanapenerapan dan pengaruh penggunaan modelCORE terhadap kemampuan penalaran adaptif matematika.Metode penelitian yang digunakan adalah preeksperimendengan desain penelitian one group pretest-posttest design dengan sampel 31 siswa. Penerapan pembelajaran menggunakan model CORE memperoleh nilai rata-rata 84,13 sedangkan pembelajaran yang tidak menerapkan model CORE memperoleh nilai rata-rata45,23. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa tes penalaran adaptif matematikadianalisis menggunakkan pengujian statistik berupa Pearson Product Momentdan diperoleh nilai signifikansi sebesar 7,236&#62;1,699, berdasarkan kriteria nilai tersebut menunjukkan tingkat pengaruh penggunaan model pembelajaran CORE terhadap penalaran adaptif matematika signifikan. Kata Kunci : Model pembelajaran CORE, Penalaran adaptif matematika</note>
<subject authority=""><topic>Model Connecting, Organizing, Reflecting, Extendin</topic></subject>
<classification>SKRIPSI PGMI 1306</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI PGMI 1306</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI PGMI 1306</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI PGMI 1306</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>16862</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-05-27 09:30:13</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-05-27 09:30:33</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>