<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="15526">
<titleInfo>
<title>PERCERAIAN  DI  BAWAH  TANGAN  Telaah  Hukum 
Islam   terhadap   Pasal   39   Undang-undang   nomor   1   tahun
   1974   tentang 
Perkawinan dan Pasal 34 Peraturan Pemerintah nomor 
9 tahun 1975 (Studi di 
Kecamatan Carenang Kabupaten Serang Provinsi Banten
)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Entus  Syamsurrizal</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Serang Banten</placeTerm></place>
<publisher>PROGRAM PASCASARJANA UIN SULTAN MAULANA HASANUDDIN BANTEN</publisher>
<dateIssued>2016</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>21,5cm, 28cm,  176hlm</extent>
</physicalDescription>
<note>Entus  Syamsurrizal,
PERCERAIAN  DI  BAWAH  TANGAN  Telaah  Hukum 
Islam   terhadap   Pasal   39   Undang-undang   nomor   1   tahun
   1974   tentang 
Perkawinan dan Pasal 34 Peraturan Pemerintah nomor 
9 tahun 1975 (Studi di 
Kecamatan Carenang Kabupaten Serang Provinsi Banten
) 
Perceraian merupakan 
bagian  penting  dalam  kehidupan  manusia.  Ketika  hubu
ngan  yang  dibina  melalui 
pernikahan  tak  bisa  dipertahankan  maka  perceraian  d
iperbolehkan.  Hukum  Islam 
mengatur  pernikahan  dan  perceraian  dengan  cukup  rin
ci,  para  ahli  hukum  Islam 
(
fuqaha
)   berpendapat   bahwa   bila   seseorang   mengucapkan   kata
-kata 
talak
   atau 
semisalnya  terhadap  isterinya  maka  talaknya  diangga
p  sah.  Sementara  itu,  hukum 
positif  (UU  No.1/1974  dan  PP.No.  9/1975  tentang  Pel
aksanaan  UU  No.1/1974  yang 
dikuatkan    dengan    Pasal    117    Kompilasi    Hukum    Islam    (K
HI)    menegaskan 
bahwa“Talak adalah ikrar suami di  hadapan  sidang Pe
ngadilan  Agama  yang  menjadi 
salah satu sebab putusnya perkawinan...”. 
Di  tengah  masyarakat  seperti  di  Kecamatan  Carenang,
  Kabupaten  Serang, 
masyarakat  lebih  merujuk  pada  tatacara  perceraian  h
ukum  Islam,  tidak  di  depan 
sidang   pengadilan. 
Pada   satu   sisi   masalah   ini   menunjukkan   adanya   efek 
dari 
pemberlakukan  hukum  positif  yang  melahirkan  perilak
u  pelanggaran  aspek  hukum 
yang lain, seperti menerbitkan surat kematian suami
 atau istri sebelumnya.  
Untuk dapat  memperjelas  masalah tersebut, penelitia
n ini akan  menguraikan 
masalah  melalui  dua  pertanyaan  berikut:  (1) 
Bagaimana  konsep  perceraian  di  bawah 
tangan    menurut  fikih  dan  menurut  hokum  positif?;  (
2)  Bagaimana  tinjauan  Hukum 
Islam  terhadap  Pasal  39  Undang-Undang  Nomor  1  Tahun
  1974  tentang  Perkawinan 
dan Pasal 34 Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 197
5? 
Penelitian   ini   dilakukan   dengan   metode 
yuridis   normatif
   dan 
yuridis 
sosiologis
 yang bersifat diskriptif analitis komperatif. 
Yuridis normatif
 yaitu berusaha 
untuk  menemukan  dan  mentelaah  norma-norma  hukum  bai
k  dalam  hukum  Islam 
maupun  dalam  hukum  positif  di  Indonesia  berkaitan  d
engan  masalah  perceraian, 
sedangkan  pendekatan  sosiologis  adalah  ingin   menemu
kan  data   yang  berkaitan 
dengan  peristiwa  hukum  yang  terjadi  dalam  masayarak
at  secara  langsung  yaitu 
berupa kasus-kasus perceraian di.bawah tangan. Pene
litian ini juga dilakukan dengan 
pendekatan mashlahah mursalah dan prinsip utility B
entham.</note>
<subject authority=""><topic>PERCERAIAN DI BAWAH TANGAN, Hukum  Islam, entang  </topic></subject>
<classification>TESIS HK 25</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>TESIS HK 25</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">TESIS HK 25</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library (RAK TESIS)</sublocation>
<shelfLocator>TESIS HK 25</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>15526</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-01-07 11:57:43</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-01-07 11:58:24</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>