Detail Cantuman Kembali
Pendekatan Eksistensial Humanistik bagi Remaja yang Depresi Putus Cinta (Studi Kasus di SMP Negeri 1 Baros)
Banyak remaja sekarang yang mengalami goncangan psikis, depresi berat jika ada sesuatu yang tidak dia harapkan terjadi di hidupnya, misalnya patah hati atau putus cinta.Dari observasi yang saya lakukan di SMP Negeri 1 Baros, ada beberapa siswa kelas IX yang mengalami depresi hanya karena putus cinta. Perlu adanya tindakan serius baik dari orang tua, guru-guru di sekolah (guru mata pelajaran, guru wali kelas maupun guru BK) dan pihak lain yang memiliki kewenangan dalam mengamati bahkan mencari solusi atas kasus tersebut, guna mengembalikan remaja-remaja yang “salah jalan” untuk kembali hidup di jalur yang benar demi masa depan mereka sebagai agen of change (agen perubahan).
Berdasarkan latar belakang diatas, maka perlu diadakannya penelitian dan konseling melalui pendekatan tertentu dengan merumuskan masalah sebagai berikut: pertama, bagaimana depresi putus cinta yang dialami siswa di SMP Negeri 1 Baros?; kedua, bagaimana penerapan pendekatan eksistensial humanistik dapat membantu remaja yang depresi putus cinta di SMP Negeri 1 Baros?
Penelitian ini bertujuan untuk: pertama mengidentifikasi depresi pada siswa SMP Negeri 1 Baros; kedua mengetahui penerapan pendekatan eksistensial humanistik pada remaja yang putus cinta di SMP Negeri 1 Baros.
Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan tindakan konseling eksistensial humanistik dengan objek empat responden, dengan teknik pengumpulan data melalui teknik observasi, wawancara dan dokumentasi.
Dalam penelitian ini peneliti telah: pertama, mengidentifikasi depresi putus cinta pada remaja di SMP Negeri 1 Baros diantaranya yaitu: melukai diri sendiri menyayat tangannya dengan benda tajam, perilaku anti sosial, murung yang berkepanjangan, pergi dari rumah dan tidak mau sekolah hanya karena patah hati.; kedua, melaksanakan penerapan konseling dengan pendekatan eksistensial humanistik terdapat beberapa tahap antara lain : a) Tahap awal (Acception) b) Tahap pertengahan (Actualitation) dan c) Tahap akhir (evaluation). Dengan penerapan pendekatan eksistensial humanistik ini konselor berpengaruh besar terhadap penyaluran pengaruh yang positif namun tak lepas dari keputusan klien yang harus mampu membuat piihan-pilihan tegas dalam hidupnya yang menjadikannya pribadi yang ikhlas menerima segala ketentuan Allah SWT.
Ratu Wiwi Robiatul Adawiah - Personal Name
SKRIPSI BKI 295
SKRIPSI BKI 295
Text
Indonesia
FAKULTAS USHULUDDIN DAN ADAB UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN MAULANA HASANUDDIN BANTEN
2017
Serang Banten
21,5cm, 28cm, 92hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...







