Detail Cantuman Kembali

XML

Pandangan NU Banten Tentang Gender


Tatu Nahdatul Awaliah NIM : 133100079, skripsi dengan judul: Pandangan NU Banten Tentang Gender, jurusan Filsafat Agama, Fakultas Ushuluddin dan Adab, Tahun
2017.
Gender diartikan sebagai perbedaan yang tampak antara laki-laki dan perempuan dilihat
dari segi nilai dan tingkah laku. Secara umum gender digunakan untuk mengidentifikasi
perbedaan laki-laki dan perempuan dari segi sosial budaya. Adapun dengan seks secara
umum ialah untuk mengidentifikasi perbedaan laki-laki dan perempuan secara anatomi
biologi. Berdasarkan uraian diatas dapat diartikan bahwa gender adalah seperangkat sifat,
fungsi, tugas, dan hak yang melekat pada laki-laki dan perempuan yang dapat dipertukarkan
yang dikontsruksi secara sosial maupun kultural, budaya dan dapat berubah sewaktu-waktu
serta adanya kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan yang menimbulkan
perbedaan-perbedaan antara keduanya dalam hal sosial-budaya dan memahamai persoalan
ketidakadilan sosial pada kaum perempuan yang menjadi pembeda antara fungsi dan
tanggung jawab diranah publik maupun domestik. Dari latar belakang tersebut maka
terdapat beberapa permasalahan sebagai berikut: 1). Bagaimana pandangan normatif NU
Banten terhadap gender? 2). Bagaimana pandangan NU Banten terhadap gerakan
perempuan?
Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1). Untuk mengetahui sejauh mana pandangan
normatif para ulama terkhususnya ulama NU Banten dalam hal penciptaan perempuan,
fungsi peran laki-laki dan perempuan serta hak dan kewajiban perempuan. 2). Untuk
mengetahui bagaimana pandangan NU Banten terhadap gerakan-gerakan perempuan dalam
kepemimpinan perempuan dan karir Perempuan.
Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif dengan format desain
deskriptif analisis, yaitu dengan menggambarkan subjek dan objek penelitian berdasarkan
fakta yang ada. Sedangkan teknik pengumpulan datanya dengan menggunakan observasi,
wawancara, dan dokumentasi.
Kesimpulan penelitian ini adalah: 1). Hampir seluruh ulama NU Banten mebolehkan
terhadap adanya kepemimpinan perempuan namun masih ada beberapa para ulama NU yang
tidak setuju, dengan alasan-alasan tertentu diantaranya, Hadist yang menerangkan bahwa tidak
akan selesai suatu kaum jika urusannya ditangan perempuan, dan adanya perbedaan
pemahaman. 2). Membolehkannya perempuan untuk bekerja diluar rumah baik malam
maupun siang dengan catatan-catatan tertentu dan tetap menjaga marwah sebagai
perempuan serta tetap mengutamakan kewajibannya sebagai seorang istri dan ibu bagi anak
dan suaminya dan kewajiban anak terhadap orangtua
Tatu Nahdatul Awaliah - Personal Name
SKRIPSI AFI 05
SKRIPSI AFI 05
Text
FAKULTAS USHULUDDIN DAN ADAB UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN MAULANA HASANUDDIN BANTEN
2017
Serang Banten
21.5cm, 28cm, 69hlm
SKRIPSI AFI 05
LOADING LIST...
LOADING LIST...