Detail Cantuman Kembali
Tradisi Pembacaan Surat-surat Pilihan dalam Alquran (Kajian Living Quran di Pondok Pesantren Attaufiqiyyah Baros, Kab. Serang)
Syam Rustandy, NIM: 143200284, Jurusan Ilmu Alquran dan Tafsir, Fakiltas Ushuluddin dan Adab, Tahun 2018M/1440 H. Judul Skripsi: Tradisi Pembacaan Surat-surat Pilihan dalam Alquran (Kajian Living Quran di Pondok Pesantren Attaufiqiyyah Baros, Kab. Serang).
Dalam lintasan sejarah Islam, fenomena sosial terkait dengan
membaca dan menulis ayat-ayat Alquran, serta potongan ayat-ayat
Alquran yang kemudian dijadikan pengobatan, Pada zaman modern ini
fenomena tersebut dikenal dengan istilah “Living Quran“, yang berarti
teks-teks Alquran yang hidup dalam masyarakat. Pembacaan surat-surat
pilihan termasuk salah satu cara menghidupkan Alquran.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1. Bagaimana
Tradisi dan Prosesi pembacaan surat-surat pilihan di Pondok Pesantren
Attaufiqiyyah? 2. Apa makna Objektif tradisi pembacaan surat-surat
pilihan di Pondok Pesantren Attaufiqiyyah? 3. Apa makna Ekspresif
tradisi pembacaan surat-surat pilihan di Pondok Pesantren
Attaufiqiyyah bagi para perlaku yang mengikuti?
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1. Untuk
mengetahui bagaimana tradisi dan prosesi pembacaan surat-surat
pilihan di Pondok Pesantren Attaufiqiyyah. 2. Untuk mengetahui apa
makna Objektif tradisi pembacaan surat-surat pilihan. 3. Untuk
mengetahui apa makna Ekspresif tradisi pembacaan surat-surat pilihan
bagi para pelaku yang mengikuti.
Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif
dengan menggunakan penelitian lapangan (field reseach) yang
menggunakan penulisan deskriptif. Yaitu studi kasus di Pondok
Pesantren Attaufiqiyyah Baros Kab. Serang, dengan mengumpulkan
data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan
bahwa: pelaksanaan tradisi pembacaan surat-surat pilihan diawali
dengan membaca hadarah atau tawasul kepada para ahli kubur.
Kemudian dilanjutkan dengan membaca surat-surat pilihan sesuai
dengan jadwal yang telah ditentukan, dan diakhiri dengan pembacaan
doa khotmil Alquran. Mengenai makna objektifnya adalah suatu bentuk
latihan untuk memperbaiki, membenarkan, dan membaguskan bacaan
Alquran baik dari segi makhārij al-hurufnya maupun kaidah tajwīdnya.
Dan makna ekspresifnya sebagai ibadah amaliyah yang meliputi 3
aspek penting, yakni: pendekatan diri kepada Allah, bentuk syukur dan
keimanan terhadap Alquran
Syam Rustandy - Personal Name
SKRIPSI IAT 249
SKRIPSI IAT 249
Text
FAKULTAS USHULUDDIN DAN ADAB UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN MAULANA HASANUDDIN BANTEN
2018
Serang Banten
21.5cm, 28cm, 98hlm
SKRIPSI IAT 249
LOADING LIST...
LOADING LIST...







