<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="14625">
<titleInfo>
<title>Terapi Realitas Untuk Mengatasi Pikiran Negatif Pada Pasangan Suami Istri (Pasutri) Yang Belum Mempunyai Keturunan (Studi Kasus Di Kelurahan Taktakan Kecamatan Taktakan Kota Serang)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Risyuwanti</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Serang Banten</placeTerm></place>
<publisher>Fakultas Dakwah Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten</publisher>
<dateIssued>2018</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"></languageTerm>
<languageTerm type="text"></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>21.5cm, 28cm, 101hlm</extent>
</physicalDescription>
<note>Risyuwanti, NIM: 133400282, Judul Skripsi: Terapi Realitas Untuk Mengatasi Pikiran Negatif Pada Pasangan Suami Istri (Pasutri) Yang Belum Mempunyai Keturunan (Studi Kasus Di Kelurahan Taktakan Kecamatan Taktakan Kota Serang),
Jurusan Bimbingan Konseling Isalm, Fakultas Dakwah.
Pasangan suami istri yang belum mempunyai keturunan, sering mendengar omongaomongan
atau pertanyaan-pertanyaan dari keluarga maupun masyarakat yang kurang baik.
Sehingga timbullah pikiran-pikiran negatif pada pasangan suami istri, misalnya: takut tidak
punya anak, takut jika suami mencari istri baru, rumah tangga akan berantakan, usia akan
semakin tua, adanya cemoohan dari orang-orang. Penerapan yang dilakukan dalam mengatasi
pikiran negatif pada pasangan suami istri yang belum mempunyai keturunan dengan
menggunakan terapi realitas yang dilakukan langsung oleh peneliti kepada responden. Terapi
realitas merupakan pemberian bantuan kepada klien yang berfokus pada kehidupannya saat
ini untuk membantu klien agar dapat menilai tingkah lakunya sendiri secara realistis dan
membantu klien menghadapi kenyataan tanpa merugikan dirinya sendiri.
Penelitian ini bertujuan: 1) untuk mengetahui penyebab timbulnya pikiran negatif
pada pasangan suami istri yang belum mempunyai keturunan. 2) untuk mengetahui kondisi
fisik dan psikis pada pasangan suami istri yang belum mempunyai keturunan. 3) untuk
mengetahui penerapan terapi realitas pada pasangan suami istri yang belum mempunyai
keturunan. 4) untuk mengetahui efektifitas pikiran negatif pada pasangan suami istri yang
belum mempunyai keturunan dengan menggunakan terapi realitas.
Penelitian ini di laksanakan di Kel. Taktakan Kec. Taktakan Kota. Serang Prov.
Banten pada bulan januari-juli 2017 dengan subyek penelitian lima pasangan suami istri yang
belum mempunyai keturunan. Jenis penelitian ini dilakukan dengan cara penelitian lapangan
yang secara langsung kepada responden untuk memperoleh data yang diperlukan, dengan
menggunakan metode kualitatif. Tekhnik pengumpulan data dilakukan dengan observasi,
wawancara, dan dokumentasi, analisis data.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, disimpulkan bahwa: 1) Penyebab
timbulnya pikiran negatif pada pasangan suami istri yang belum mempunyai keturunan,
yaitu: a. Faktor internal: tidak percaya diri dan kurangnya komunikasi. Sedangkan, b. Faktor
eksternal: kurang adanya dukungan dari keluarga dan lingkungan masyarakat. 2) kondisi fisik
pada pasangan suami istri yang belum punya keturunan, responden memiliki masalah yang
berbeda meskipun ada yang kondisinya normal. Sedangkan kondisi psikis yang dialami oleh
suami maupun istri yaitu: merasa sedih, cemburu atau iri, marah, dan merasa terisolasi. 3)
Penerapan terapi realitas, peneliti menggunakan pendekatan konseling individual, yaitu:
Membangun hubungan (attending), mengidentifikasi dan penilaian masalah, memfasilitasi
perubahan teurapeutis, evaluasi. 4) hasil penerapan terapi realitas terhadap hasil konseling
pada pasangan suami istri yang belum punya keturunan: adanya perubahan yang positif pada
kondisi fisik maupun psikis. Responden sudah mampu berfikir realistis dan percaya diri,
mulai menerima kenyataan dalam kondisinya bahkan sekarang responden dapat menjalani
kehidupannya di masa mendatang dengan program yang jelas, lebih optimis serta banyak
bersyukur.</note>
<subject authority=""><topic>terapi realitas, pikiran negatif, suami istri, ket</topic></subject>
<classification>SKRIPSI BKI 281</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI BKI 281</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI BKI 281</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library (RAK 5)</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI BKI 281</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>14625</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-11-13 11:08:55</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-11-13 11:09:25</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>