<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="14280">
<titleInfo>
<title>Konseling Keluarga dalam Mengharmonisasikan Komunikasi Interpersonal Orang Tua dan Anak Remaja (Studi Kasus di Kelurahan Sukatani Kecamatan Rajeg Kabupaten Tangerang)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>AFIFAH SYARIFAH</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Serang Banten</placeTerm></place>
<publisher>Fakultas Dakwah Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten</publisher>
<dateIssued>2017</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"></languageTerm>
<languageTerm type="text"></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>21.5cm, 28cm, 77hlm</extent>
</physicalDescription>
<note>Komunikasi interpersonal adalah interaksi tatap muka antardua atau beberapa orang, di mana pengirim dapat menyampaikan langsung dan penerimapesan dapat menerima dan menanggapinya  secara  langsung  pula.  Kepercayaan  dan  juga  perilaku  positif  adalah  dua faktor  utama  yang  dapat menjadikan  komunikasi  interpersonal  terbangun  dengan  baik. Jadi,  komunikasi  interpersonal  antara orangtua  dan  anak  remaja  bisa terbangun  dengan baik  dengan  adanya  kepercayaan  dan  juga  tidakan  positif  seperti  empati,  sikap  jujur  dan terbuka.   Komunikasi  interpersonal   yang   buruk   menyebabkan   hubungan   yang   tidak harmonis.  Dampak  dari  komunikasi  interpersonal  yang  buruk  antara  orangtua  dan  anak remaja  adalah  tidak  adanya  kedekatan  psikis  antara  orangtua  dengan  anak  dan  juga  anak akan  menjadi  seorang  yang  individualis  dan  juga  beresiko  menjadi  pemberontak.  Salah satu  bantuan  yang  digunakan  untuk  menangani  per
masalahan  tersebut  adalah  dengan pendekatan  konseling  keluarga.  Konseling  keluarga  merupakan  suatu  proses  bantuan kepada   individu   dengn   melibatkan   para   anggota   keluarga   lainnya   dalam   upaya memecahkan masalah yang dialami. Dari  latar  belakang  di  atas  maka 
perumusan  masalah  dalam  penelitian  ini  adalah sebagai  berikut: 1). Bagaimana  bentuk  permasalahan  komunikasi  interpersonal  orangtua dengan anak remaja? 2). Bagaimana proses konseling keluarga dalam mengharmonisasikan hubungan  komunikasi  interpersonal  orangtua  dengan  anak  remaja?3).  Bagaimana  hasil dari  konseling  keluarga  dalam  mengharmonisasikan  komunikasi  interpersonal  orangtua dan   anak   remaja?   Tujuan   utama   penelitian   ini   adalah sebagai   berikut   :   1).   Untuk mengetahui  permasalahan  komunikasi  interpersonal  a
ntara  orangtua  dan  anak  remaja  di kel.  Sukatani  Kec.  Rajeg  Kab.  Tangerang.  2)  untuk  mengetahui  peran  konseling  keluarga 
dalam mengharmonisasikan komunikasi interpersonal orangtua dan anak remaja. 3) Untuk mengetahui    hasil    dari    penerapan    konseling   keluarga dalam    mengharmonisasikan komunikasi interpersonal antara orangtua dan anak remaja.Penelitian ini mengambil studi eksperimen di Kelurahan Sukatani Kec. Rajeg Kab. Tangerang.  Jenis  penelitian  yang  digunakan  adalah  deskriptif  kualitatif  dengan  teknik pengump
ulan data observasi, wawancara dan dokumen.Berdasarkan   penelitian   yang   telah   dilakukan,   dapat   disimpulkan   bahwa:   1). 
Informan  RP,  IP,  AJ,  AD,  WD  mengalami  kesulitan  dalam  proses  komunikasi  dengan orangtua.  2).  Bentuk  penanganan  yang  diberikan oleh  konselor  adalah  dengan  teknik konseling keluarga adapun teknik dalam konseling keluarga yang digunakan adalah adalah teknik sculpting, 
teknik role playing, teknik listening, teknik confrontation, teknik teaching via question, teknik recapitulating dan  teknik summarising.3).Hasil dari proses konseling terhadap  informan  dapat  terlihat  dari  mengharmonisnya  hubungan  antara  orangtua  dan anak dan mereka saling membangun komunikasi yang baik di antara orangtua, anak remaja dan juga anggota keluarga lainnya.</note>
<classification>SKRIPSI BKI 192</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI BKI 192</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI BKI 192</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI BKI 192</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>14280</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-10-19 10:07:01</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-01-30 13:49:56</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>